Pojokkiri.com

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Kakek di Ngimbang Pilih Gantung Diri

Jasad Nadi dirumah duka di Desa Mendugo, Kecamatan Ngimbang.(Pojok Kiri/istimewa)
Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H sedang olah TKP dilokasi kejadian.(Pojok Kiri/istimewa)
Keluarga almarhum membuat surat pernyataan penolakan otopsi disaksikan perangkat desa.(Pojok Kiri/istimewa)

Lamongan, Pojok Kiri.com- Aksi bunuh diri dengan cara gantung kembali terjadi di wilayah Kabupaten Lamongan. Diduga putus asa karena menderita sakit menahun dan tak sembuh, Nadi (65) warga Dusun Teguhan, Desa Mendugo, Kecamatan Ngimbang, nekat mengakhiri hidupnya.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H menerangkan, kejadian tersebut diketahui Rabu (2/4/2025) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Korban diketahui pertama oleh istrinya, Wati (60) yang saat itu hendak membuka pintu garasi samping rumah.

“Saat membuka pintu garasi samping rumah, Ia melihat suaminya sudah tergantung di garasi samping rumah menggunakan tali tampar warna biru,” kata Kapolsek kepada Pojok Kiri via ponselnya, Kamis (3/4/2025).

Melihat suaminya dalam posisi tergantung, Wati langsung berteriak histeris dan meminta pertolongan kepada tetangga sekitarnya.

Pihak kepolisian yang mendapatkan informasi itu kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).

“Dari hasil pemeriksaan bersama tim medis Puskesmas setempat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas menyatakan korban meninggal karena bunuh diri,” paparnya.

Dari keterangan keluarga almarhum, korban nekat melakukan aksi bunuh diri itu diduga karena depresi karena sakit kencing batu dan sesak nafas menahunnya yang tak kunjung sembuh.

“Keluarga menolak jasadnya di otopsi, sehingga mereka membuat surat pernyataan di depan pamong desa,” pungkas Kapolsek.(lut)