
Situbondo, Pojok Kiri
H. Didik petani di Situbondo, gelisah bercampur kecewa setelah mengetahui rumah sawah miliknya (Ranggun) yang berada di areal sawah Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo dirusak oleh orang tak dikenal. Pasalnya, rumah sawah itu sengaja dibuat untuk istirahat para petani dan pekerjanya, tempat singgah saat melihat hasil pertaniannya.
Pengrusakan itu, kata H. Didik sering terjadi di lahan pertaniannya.Ia, berharap kejadian itu tidak terjadi lagi karena sangat merugikan dirinya dan petani lainnya.
“Ya berharap tidak terulang atau terjadi kembali adanya pengrusakan rumah sawah di areal persawahan Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan. Perusakan itu, sudah sering terjadi bukan hanya kali ini, saya sudah memperbaikinya berkali-kali tapi dirusak lagi oleh orang yang saya tak mengenalinya, ” ujarnya. Jumat, (4/4/2025)
Didik sapaan akrab petani berakhlaq dan dermawan ini, mengaku sudah memberitahukan kejadian pengrusakan rumah sawah miliknya kepada pihak yang berwenang di kota Santri.
“Saya sudah memberitahukan kepada pihak yang berwenang adanya pengrusakan rumah sawah milik saya. Bila nantinya diketahui siapa yang melakukan pengrusakan tersebut, diharapkan ada tindakan tegas dari pihak berwenang, ” katanya.
Kabar perusakan rumah sawah di Situbondo, viral menjadi perbincangan publik. Bahkan, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di akun facebook pribadinya meminta pelaku pengrusakan dan aksi premanisme rumah sawah di Desa Wringinanom segera ditangkap.
” Apapun alasannya, saya mengutuk premanisme di bumi Situbondo. Segera tangkap pelaku, “katanya di akun facebook Mas Rio
Sementara diketahui, petani merupakan profesi yang ada di sektor pertanian. Seorang petani bekerja mengelola tanah dengan menanam tanaman padi, buah -buahan, sayuran-sayuran, ataupun komoditi lainnya. Hasil panenya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para petani, bisa juga dijual pada orang lain. Dengan alasan itulah, para petani di kota Santri berharap adanya perlindungan dari pihak pemerintah dan pihak terkait lainnya sehingga kejadian yang terjadi tidak terulang kembali. Mereka ingin fokus bertani tanpa adanya teror yang dapat mengganggu aktivitasnya pertanianya. (Inul)

