
Situbondo, Pojok Kiri
H. Suprapto anggota DPRD Kabupaten Situbondo, kaget anak muda di kota Santri banyak yang minat menjadi tenaga honorer.
” Saya kaget mas, banyak minat anak muda di kabupaten Situbondo menjadi tenaga honorer ini yang hampir 300 per tahunnya, ” katanya kepada Pojok Kiri melalui telepon selulernya. Selasa, (29/4/2025)
Semakin meningkat jumlah honorer di daerah, menurut H. Suprapto politisi asal fraksi PKB, menandakan jika sumber daya manusia (SDM) di Situbondo lemah.
“Jadi, ini menandakan lemahnya SDM yang ada di kabupaten Situbondo. Kalau masyarakat SDMnya bagus, ditunjang dengan punya keahlian pasti tidak mau jadi honorer, ” terangnya.
Dalam menyikapi persoalan tersebut, ia meminta kepada pemerintah daerah agar memikirkannya.
” Lah ini yang harus pemerintah pikirkan, terutama di dunia pendidikan mulai dari pendidikan dini sampai tinggi. Dan juga mensosialisasikan ke masyarakat apa ke depan yang harus kita hadapi seandainya menjadi honorer, ” ucapnya.
Seperti menyampaikan kepada masyarakat, bahwa menjadi honorer tidak jelas masa depannya.
” Contoh menjadi honorer tidak jelas masa depannya, apa kita mau diangkat menjadi ASN, atau berapa lama kita akan menjadi honorer. Di mana usia kita semakin menua dan kita dituntut untuk berumah tangga, secara otomatis kebutuhan semangat meningkat. Sosialisasi ini perlu disampaikan pemerintah kepada masyarakat, ” jelasnya.
Solusi untuk mengurangi tingginya tenaga honorer di Situbondo, H. Suprapto pria asal Kecamatan Panarukan, memiliki pandangan agar pihak eksekutif dalam hal ini pemerintah daerah, memperbanyak melakukan inovasi mindset pendidikan kewirausahaan mulai usia dini. Dan itu disesuaikan dengan bakat masing-masing anak atau siswa.
“Ini menurut saya yang harus dimulai di pemerintahan sekarang dan bagi mereka yang sudah lulus, pemerintah harus bagaimana pemuda ini bisa didampingi dengan pelatihan yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki masing-masing, “pungkasnya.(Inul)

