Pojokkiri.com

Silaturahmi Kapolsek Wonocolo dengan Pimpinan Silat, Pererat Sinergi Jaga Keamanan Surabaya

Kapolsek Wonocolo bersama tokoh perguruan silat saat silaturahmi di Balai Perintis Surabaya

Surabaya, Pojokkiri.com — Dalam upaya mempererat hubungan dengan para tokoh masyarakat dan pimpinan perguruan silat, Kapolsek Wonocolo Kompol Haryoko Widhi, SH., MH., menggelar silaturahmi penuh keakraban bersama pimpinan perguruan silat se-Kecamatan Wonocolo Surabaya.

Kegiatan ini berlangsung hangat di Gedung Balai Perintis, Jalan Bendulmerisi Besar No.51 Surabaya, pada Sabtu malam (10/5), mulai pukul 20.30 hingga 22.15 WIB.

Turut hadir dalam pertemuan ini jajaran kepolisian dari Polsek Wonocolo seperti Kanit Intelkam Iptu Taufiq Lubis, Aipda Hendra K, serta perwakilan unit patroli Sabhara. Tak kalah penting, para ketua dari berbagai perguruan silat di wilayah Wonocolo, termasuk PSHT, PSHW Tunas Muda, IKS Kera Sakti, dan perwakilan LPMK serta tokoh masyarakat, juga hadir dalam suasana kekeluargaan tersebut.

Silat Adalah Warisan Budaya, Bukan Ajang Permusuhan

Dalam sambutannya, Kapolsek Wonocolo Kompol Haryoko Widhi menyampaikan pesan damai dan persatuan kepada seluruh tokoh perguruan pencak silat yang hadir.

“Kami mengajak seluruh anggota perguruan silat untuk menjadi teladan dalam menjaga kedamaian dan persatuan di tengah masyarakat. Silat adalah warisan budaya luhur yang harus dijaga martabatnya, bukan untuk menebar permusuhan. Hindari tindakan provokatif, jangan mudah terpancing isu di media sosial. Jika ada permasalahan, segera selesaikan dengan musyawarah. Jadilah pendekar sejati yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, bukan permusuhan.” tutur Kompol Haryoko.

Suasana penuh keharmonisan ini menjadi cerminan bahwa pendekatan persuasif dan humanis antara aparat kepolisian dan komunitas lokal dapat menjadi kunci dalam menciptakan kondisi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) yang kondusif.

Kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa komunikasi dua arah antara pihak kepolisian dan elemen masyarakat sangat penting. Dalam sesi tanya jawab, berbagai aspirasi dan pandangan disampaikan oleh para tokoh silat secara terbuka dan solutif. Hal ini menunjukkan kematangan organisasi pencak silat dalam merespons dinamika sosial di lingkungan mereka.

Di akhir kegiatan, semua pihak menyepakati pentingnya menjaga situasi aman dan damai di tengah masyarakat, serta memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan antar sesama pesilat dan warga.

Kegiatan berakhir dalam suasana tertib, aman, dan penuh kekeluargaan (Sam).

Berita Terkait

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2024: Polrestabes Surabaya Berhasil Ungkap 59 Kasus, Selamatkan 400 Ribu Jiwa

Sepasang Pengedar Sabu Wonokromo Dibekuk, Pemasok Masih Diburu

Pengedar Narkoba Pradah Kalikendal Diamankan, Polisi Sita Sabu dan Ekstasi Siap Jual