
Situbondo, Pojok Kiri
LBH Mitra Santri mendukung penuh langkah Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menghapus semua dana hibah selain hibah untuk mushalla.
Mereka menilai dalam menentukan kebijakan tentang penghapusan dana hibah tersebut, Bupati Rio dinilai sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan kebijakan Bupati Rio, LBH Mitra Santri juga meminta kepada masyarakat di kota Santri, tidak sinis terhadap pengurangan dana hibah.
Untuk pesantren dan masjid di Situbondo, LBH Mitra Santri meminta untuk bersabar sampai efisiensi anggaran dicabut oleh Presiden Parabowo.
Pengalihan sebagian dana hibah untuk UMKM, menurut LBH Mitra Santri sangatlah wajar karena target politik Rio-Ulfiyah akan memberdayakannya menuju Situbondo naik kelas.
“Visi dan misi Bupati Situbondo Rio dan wakilnya Ulfiyah, kan Situbondo naik kelas ya wajar politik anggaran juga disasar ke UMKM untuk memberdayakan pelaku usaha agar berdaya saing dan berkemajuan, ” ujar Abd. Rahman Saleh Dewan Pembina LBH Mitra Santri Situbondo, kepada Pojok Kiri melalui telepon selulernya. Minggu, (11/5/2025)
Selain itu, Abd. Rahman Saleh mengatakan efisiensi anggaran dana hibah daerah yang dilakukan Bupati Rio, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap anggaran daerah yang dimiliki Pemkab Situbondo. Jika anggaran tersebut sampai habis hanya terserap untuk hibah daerah, menurut advokat ternama ini tidak akan baik untuk program yang sudah dipagukan melalui APBD Kabupaten Situbondo. Jor joran anggaran yang tidak efektif dan efisien menurutnya juga akan berdampak pada program skala prioritas bagi pembangunan di Situbondo.
Sementara Bupati Rio, di rapat paripurna bersama anggota DPRD Situbondo pada hari Senin (5/5) menyatakan, semua dana hibah dihapus kecuali dana hibah untuk mushalla. (Inul)

