Pojokkiri.com

Aksi Serentak Pengemudi Ojek Online, Polrestabes Surabaya Tegaskan Pendekatan Humanis

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan (foto:Sul/pojokkiri)

Surabaya Pojokkiri.comAksi unjuk rasa yang melibatkan para pengemudi ojek online berlangsung serentak di berbagai wilayah Indonesia pada hari ini, termasuk di Kota Surabaya. Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya pun bersiaga penuh.

Apel pengamanan dilaksanakan di halaman Mapolrestabes dan dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.

Dalam arahannya, Kombes Luthfie menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan profesional dalam menghadapi aksi demonstrasi ini. Aksi yang dilakukan oleh para pengemudi ojol bukanlah sekadar bentuk keributan, melainkan ekspresi dari keluhan nyata atas kondisi pendapatan mereka yang menurut mereka terus menurun akibat potongan diskon dari pihak aplikator.

Unjuk rasa para driver ojek online hari ini dilatarbelakangi oleh keresahan terhadap kebijakan potongan harga yang dilakukan oleh beberapa aplikator besar seperti Gojek dan Grab. Diskon yang diberikan kepada konsumen tersebut, menurut para pengemudi, telah memangkas penghasilan mereka secara signifikan.

“Mereka melakukan aksi hari ini karena menurut mereka ada poin-poin atau ada hal-hal yang dilakukan oleh aplikator, itu karena sering memberikan diskon kepada konsumen. Menurut para pengemudi seperti itu, karena seringnya ada diskon maka penghasilan para pengemudi ojek online menjadi berkurang,” ujar Kombes Luthfie, pada Selasa (20/05/2025).

Kombes Luthfie menegaskan bahwa pihak kepolisian akan tetap memberikan ruang bagi para pengunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya secara damai. Namun, ia juga mengingatkan agar aksi tidak melampaui batas hukum, termasuk rencana pemblokiran kantor aplikator.

“Pemikiran itu hanya boleh dilakukan oleh aparat yang diberikan wewenang. Kalau dilakukan oleh orang atau kelompok yang bukan dalam kapasitasnya, maka itu pelanggaran. Kita minta mereka tidak melanggar aturan,” tegasnya.

Meski begitu, Luthfie juga menekankan bahwa para demonstran adalah bagian dari masyarakat yang patut didengar dan dilindungi hak-haknya dalam menyampaikan pendapat.

“Mereka ini adalah saudara-saudara kita. Mereka melakukan aksi hari ini bukan karena dibayar, bukan karena ada tender, tetapi karena memperjuangkan hak yang menurut mereka diambil,” lanjutnya.

Kapolrestabes juga menginstruksikan agar seluruh personel pengamanan tidak membawa senjata api atau peluru tajam dalam pengamanan unjuk rasa hari ini. Penegasan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya ekses negatif di lapangan.

“Hari ini tidak ada penggunaan senjata api, peluru tajam. Apabila masih ada yang memegang senjata api, segera laporkan ke provos. Tugas kita menjaga, bukan memprovokasi,” tegasnya.

Luthfie juga mengajak seluruh anggota untuk bersyukur dan bekerja dengan penuh keikhlasan, serta menjaga suasana kondusif di Kota Surabaya. Aksi ini, menurutnya, merupakan bentuk partisipasi demokrasi yang patut disikapi dengan dewasa dan bijak.

Dengan pengamanan yang humanis dan profesional, Kombes Luthfie berharap seluruh rangkaian unjuk rasa bisa berjalan dengan tertib, aman, dan tanpa insiden. Ia menegaskan bahwa polisi bukanlah lawan dari para demonstran, melainkan pelindung seluruh masyarakat, termasuk mereka yang sedang menyampaikan aspirasi.

“Mari kita tunjukkan dengan pelaksanaan pengamanan yang bisa memberikan kenyamanan dan keamanan kepada para pengunjuk rasa, termasuk masyarakat Kota Surabaya,” pungkasnya. 

 

Reporter Samsul Arif 

Berita Terkait

Patroli Skala Besar: Kapolrestabes Surabaya Pastikan Malam Kota Tetap Kondusif

41 Bandit Curanmor Diberantas Polrestabes Surabaya 6 Penadah Digelandang

sukoto pojokkiri.com

Kapolrestabes Surabaya, Pimpin Upacara Kesadaran Nasional di Tengah Ibadah Puasa