
Surabaya Pojokkiri.com – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Eddy Supriyanto, menegaskan pentingnya meneguhkan Pancasila sebagai pemersatu bangsa di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi digital.
Ia menekankan, internalisasi ideologi Pancasila di lingkungan penyelenggara negara dan masyarakat menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan serta kesatuan Indonesia.
“Daulat yang mempunyai umur Pancasila dan sebagainya, kami pada momen hari ini mengharap kepada seluruh masyarakat ayo kita jaga kerukunan, jaga persatuan. Kita bersatu untuk mencegah terjadinya aksi-aksi yang bisa merusak bangsa Indonesia,” tutur Eddy di Hotel Novel Samator Surabaya, pada Kamis (11/09).
Eddy mengingatkan para pejabat negara dan tokoh politik agar senantiasa melayani masyarakat dengan baik. Ia menekankan bahwa sikap yang menyinggung rakyat dapat mengikis kepercayaan serta berpotensi memicu perpecahan.
“Pejabat politik atau pejabat negara yang lainnya kita harus melayani dengan baik kepada masyarakat, tidak membuat treatment yang bisa menyinggung masyarakat. Karena masyarakat juga adalah masyarakat kita yang harus kita layani dengan baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Eddy juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda. Menurutnya, generasi yang akrab dengan gawai dan media sosial rawan terpapar informasi menyesatkan, ujaran kebencian, maupun provokasi.
Karena itu, ia mengajak Dinas Pendidikan, guru, dosen, serta pengasuh pesantren untuk mengedukasi siswa dan mahasiswa dalam memilah serta memilih informasi yang benar.
“Tidak semuanya informasi di media sosial itu benar. Ada potongan-potongan yang harus kita antisipasi agar utuh dan sesuai. Maka dari itu, melalui kegiatan hari ini yang dibagi oleh Menkopolkam menjadi penting dan sangat bermanfaat,” tegasnya.
Eddy juga memastikan bahwa kondisi Jawa Timur hingga saat ini tetap aman dan kondusif. Meski demikian, koordinasi dengan TNI dan Polri terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi provokasi maupun gangguan keamanan.
“Insyaallah saat ini Jawa Timur aman dan kondusif, tapi kita tetap waspada. Media sosial harus kita intip terus supaya tidak ada lagi provokasi-provokasi yang bisa mengganggu keamanan,” jelasnya.
Selain itu, Eddy menekankan bahwa pemerintah pusat maupun daerah selalu bekerja maksimal dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil pemerintah didasarkan pada peraturan perundang-undangan serta berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
“Kita ini negara yang sudah diatur dengan peraturan perundang-undangan. Tentunya semua keputusan pemerintah adalah yang terbaik untuk masyarakat dan untuk pelayanan publik,” tutupnya (sul).

