
Surabaya, Pojokkiri.com.-
Anggota komisi D DPRD Jatim Siadi mengatakan, musim hujan tahun ini datang lebih cepat di sejumlah daerah, salah satunya dii Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Politisi Golkar tersebut minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada saat masa pancaroba ataupun musim hujan.
“Dari laporan BMKG juga memprediksi puncak musim hujan di Kabupaten Malang terjadi pada November dan Desember, lebih cepat dibandingkan wilayah lain di Jawa Timur,” jelasnya, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, sejumlah peristiwa cuaca ekstrem sudah terjadi sebelumnya, termasuk angin kencang di Gondanglegi yang merusak 18 rumah, serta di Kepanjen yang merusak 29 rumah. Selain itu, banjir juga melanda pada 19 September lalu.
“Oleh sebab itu, masyarakat untuk peningkatan waspada bencana,” jelasnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim hujan 2025/2026 di Jawa Timur, akan datang lebih awal dibandingkan biasanya. Perkiraan awal hujan mulai bulan Oktober 2025.
Fenomena ini mencakup 49 zona musim (ZOM) dari total 74 ZOM yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Prediksi ini menunjukkan perubahan pola hujan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan pola musim hujan historis.
Berdasarkan analisis BMKG, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) diperkirakan netral hingga akhir tahun 2025. Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan berada dalam fase negatif hingga bulan November 2025 sebelum kembali ke kondisi netral.(Wan)

