Pojokkiri.com

Warga Tanggapi Pemasangan APILL di Jalan Lingkar Utara Lamongan: “Masalahnya Bukan Jalan, Tapi Manusia”

 

Pemasangan APILL di dua titik rawan kecelakaan di Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan, tepatnya di persimpangan Balun dan Dlanggu, akhirnya rampung.(Pojok Kiri/istimewa)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di dua titik rawan kecelakaan di Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan, tepatnya di persimpangan Balun dan Dlanggu, akhirnya rampung pada Selasa petang (14/10/2025).

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan setelah ruas JLU kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas akibat tingginya kecepatan kendaraan.

Namun, pemasangan APILL tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet Lamongan. Salah satunya muncul di grup Facebook Lamongan Garis Lurus (LGL) melalui unggahan pengguna akun L Subekti.

Dalam tulisannya, Subekti menyoroti perilaku pengguna jalan yang dinilainya masih kurang disiplin terhadap rambu lalu lintas.

“Susah nuruti karepe menungso. Dalan rusak sambat nyalahne dalane sering laka. Saiki di mulusne sepedahan banter-banteran. Gak taat rambu-rambu, laka nyalahne dalane maneh. Faktor keseluruhan prasaku yo bukan karena jalan, tapi menungsone dewe ae kurang ati-ati,” tulisnya dalam unggahan di LGL, Rabu (15/10/2025).

Unggahan tersebut mendapat banyak tanggapan dari anggota grup lainnya, sebagian besar mengakui bahwa kedisiplinan pengendara memang menjadi faktor utama penyebab kecelakaan di JLU.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan sebelumnya menyampaikan bahwa pemasangan APILL di dua titik tersebut direncanakan memakan waktu tiga hari. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan di kawasan jalan lingkar yang dikenal padat kendaraan tersebut.(lut)