Pojokkiri.com

ITS Perkuat Ekosistem Eduwisata KHAS lewat Sertifikasi Halal Kantin FTSPK

Surabaya, Pojokkiri.com –

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan ekosistem halal dengan menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk “Pendampingan Sertifikasi Halal Kantin Area FTSPK ITS untuk Pengembangan Zonasi Eduwisata KHAS di ITS”. Program ini digagas oleh Dr. Wahyuniarsih Sutrisno, S.T., M.T., dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa KKN dari Departemen Teknik Sipil dan Departemen Teknik Lingkungan. Upaya ini hadir untuk membantu tenant kantin di lingkungan Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK), ITS dalam memenuhi kewajiban sertifikasi halal sebagaimana aturan Jaminan Produk Halal yang kini bersifat mandatory di Indonesia.

Hasil peninjauan awal menunjukkan bahwa beberapa tenant seperti Dapoer Rumpita, Sego Njamoer, dan Chioci Kitchen telah lebih dulu mengantongi sertifikat halal. Namun sebagian lainnya, seperti Mreneo Drinks, Nasi Bu Tiyok, Bakso Pak Di, Kantin Bu Nur, dan Tenant Jus Buah, masih belum memiliki sertifikasi halal. Kondisi ini menggambarkan bahwa masih banyak pelaku UMKM kampus yang membutuhkan pendampingan intensif, terutama terkait pemahaman regulasi, alur pendaftaran, serta pengelolaan dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Tim pengabdian masyarakat ITS menilai bahwa minimnya pengetahuan terkait kewajiban tenant untuk tersertifikasi halal dan kerumitan proses administrasi menjadi kendala yang dihadapi para pelaku usaha kecil, khususnya di FTSPK ITS.

Kegiatan pendampingan dilaksanakan melalui rangkaian aktivitas yang berkelanjutan. Tim memulai dengan mengarahkan tenant yang didampingi untuk mengikuti workshop mengenai Sistem Jaminan Halal. Pada sesi ini, para pelaku usaha mendapatkan penjelasan mendalam mengenai konsep halal–haram, bahan kritis, dan tindakan pencegahan agar tidak terjadi kontaminasi silang dalam proses produksi. Pendekatan edukatif seperti simulasi dan studi kasus dibuat agar tenant dapat memahami dengan lebih mudah bagaimana prinsip halal diterapkan dalam praktik berjualan.

Selain itu, pelatihan P3H (Pendamping Proses Produk Halal) bagi mahasiswa KKN dan pelatihan penyelia halal bagi tim dosen menjadi langkah penting untuk mendukung proses sertifikasi khususnya untuk mengarahkan dan memastikan proses produksi sesuai kaidah kehalalan dengan pendampingan individu setiap tenant.

Dalam program ini, mahasiswa KKN yang tersertifikasi P3H menjadi elemen krusial sebagai kader penggerak literasi halal. Mereka mendampingi tenant di lapangan, mengumpulkan data, dan membantu konsultasi. Keterlibatan mahasiswa ini bukan hanya mempercepat proses pendampingan, tetapi juga menjadi wujud nyata implementasi Merdeka Belajar melalui skema KKN ABMAS.

Tahapan berikutnya berfokus pada penyusunan dokumen Sistem Jaminan Produk Halal. Tenant dibimbing langkah demi langkah dalam menyusun daftar bahan baku halal, kebijakan halal, diagram alur produksi, hingga matriks produk dan bahan. Dokumen ini merupakan bagian utama sebelum pengajuan sertifikat halal. Di tahap ini, tim juga memberikan materi literasi kepada seluruh penjaga tenant agar kesadaran halal juga harus dipahami oleh seluruh pelaksana kegiatan produksi tidak hanya pemilik.

Proses semakin intensif ketika tim memasuki tahap bimbingan teknis pendaftaran sertifikat halal melalui sistem SIHALAL. Para pelaku usaha dibantu mulai dari pembuatan akun, pengisian data usaha sesuai KTP, mengunggah dokumen persyaratan, hingga verifikasi akhir sebelum diajukan ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Bagi tenant yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), tim juga mendampingi proses pendaftaran melalui OSS RBA. Pendampingan teknis ini menjadi penting mengingat banyak tenant belum pernah berurusan dengan sistem digital perizinan usaha.

Program sertifikasi halal di kantin FTSPK ITS ini diharapkan menjadi akselerasi untuk mewujudkan zonasi Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) dalam kawasan kampus ITS. Dengan semakin banyak tenant yang bersertifikat halal, kepercayaan civitas akademika termasuk masyarakat sekitar kampus terhadap keamanan dan kehalalan produk kantin akan meningkat. Selain itu, pencapaian ini menjadi fondasi kuat bagi ITS untuk mendukung upaya dalam pembentukan konsep eduwisata halal yang terintegrasi. Melalui kegiatan ini, ITS menegaskan kembali perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam riset, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi syariah.

Pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM kantin FTSPK menjadi bukti bahwa dunia akademik dan UMKM dapat berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih sehat, aman, dan religius, sekaligus membuka ruang bagi ITS untuk menjadi pelopor kampus eduwisata halal di Indonesia.

 

Berita Terkait

Gubernur Jatim Jajal Mobil Lowo Ireng Reborn Karya ITS

adminkiri01

PELATIHAN ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR BERKELANJUTAN BAGI PENYEDIA JASA KONSTRUKSI SKALA UMKM

Turnamen Golf Jotosen Spektakuler 2024: Semarak Dies Natalis ITS dengan Antusiasme Peserta Membludak