Pojokkiri.com

Spill Kekuatan Pengaruh Media Sosial, Senator Lia Istifhama Soroti Risiko Polarisasi Digital

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama,

Surabaya Pojokkiri.com – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyoroti perubahan besar dalam pola komunikasi publik seiring pesatnya perkembangan media sosial. Kemudahan berinteraksi di ruang digital tersebut, menurutnya, menghadirkan tantangan baru bagi pemerintah daerah di Jawa Timur dalam mengelola aspirasi, kritik, dan dinamika sosial masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan senator cantik Lia Istifhama, Kamis (08/01/26). Perempuan yang baru-baru ini mengcover lagu Jawa Tresno Tekan Mati tersebut, menegaskan pentingnya peran media sosial dalam membentuk opini dan sikap masyarakat.

“Media sosial membuat komunikasi menjadi sangat terbuka dan cepat. Masyarakat kini dengan mudah menyampaikan kritik, keluhan, bahkan tuntutan langsung kepada pemerintah daerah. Ini baik bagi demokrasi, tetapi juga menjadi tantangan serius dalam tata kelola komunikasi publik,” ujar Lia Istifhama.

Menurutnya, kebebasan berkomunikasi di ruang digital tidak selalu berujung pada dialog yang sehat. Dalam banyak kasus, algoritma media sosial justru berpotensi memperkuat polarisasi, membentuk ruang gema (echo chamber), dan memicu konflik sosial apabila tidak diimbangi dengan literasi digital dan etika komunikasi yang memadai.

“Ketika ruang digital tidak dikelola secara bijak, polarisasi opini bisa berkembang menjadi gesekan sosial. Pemerintah daerah perlu menyadari risiko ini,” tegasnya.

Lia Istifhama menilai pemerintah daerah di Jawa Timur harus memiliki strategi komunikasi publik yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Tidak cukup hanya bersikap reaktif terhadap kritik, tetapi juga proaktif dalam membangun narasi, membuka ruang dialog, serta menjaga kepercayaan publik.

“Pemerintah daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola komunikasi konvensional. Kehadiran yang aktif, responsif, dan empatik di media sosial kini menjadi kebutuhan,” katanya.

Ia menambahkan, kekuatan sosial masyarakat Jawa Timur seperti budaya gotong royong, kearifan lokal, dan tradisi musyawarah harus dijadikan fondasi dalam mengelola komunikasi digital. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, mampu menjadi penyangga agar perbedaan pandangan di media sosial tidak berkembang menjadi konflik sosial.

Senator Lia Istifhama juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga dalam menjaga ruang digital tetap sehat. “Media sosial tidak bisa dihindari. Yang bisa kita lakukan adalah memastikan ruang digital menjadi sarana dialog, bukan sumber konflik,” pungkasnya (sul)

Berita Terkait

Jatim Borong ProKlim 2025, Lia Istifhama Puji Konsistensi Pemprov Jatim

Langkah Khofifah Rangkul Suku Tengger Dipuji, Lia Istifhama: Perda Masyarakat Adat

Joki UTBK Dibongkar Polrestabes Surabaya, Ini Kata Senator Jatim Lia Istifhama

sukoto pojokkiri.com