
Lamongan, Pojokkiri.com-Kecelakaan maut melibatkan kereta api kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Babat, Polres Lamongan. Seorang pejalan kaki tanpa identitas (OTK) dilaporkan tewas setelah tertemper KA Blambangan Ekspres di jalur perlintasan KM 157 + 700, tepatnya di Dusun Gardu, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Sabtu (14/3/2026) malam.
Kapolsek Babat, Kompol Chakim Amrullah, S.H., M.H., mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan masinis KA Blambangan Ekspres, Imam Muslih H, insiden bermula sekitar pukul 23.40 WIB.
“Masinis melaporkan adanya orang tak dikenal yang menyeberang dari arah utara ke selatan dan menemper kereta di KM 158+5/6 jalur hilir. Petugas dari Stasiun Babat bersama personel Polsek Babat langsung melakukan penyisiran di sepanjang jalur tersebut,” ujar Kompol Chakim dalam keterangannya.
Setelah dilakukan pencarian, petugas akhirnya menemukan korban di KM 157+700 dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan kondisi tubuh yang tidak utuh.

Di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan kartu identitas korban. Namun, polisi mengamankan sejumlah barang bukti milik korban, di antaranya satu kantong berwarna merah berisi sembako, sepasang sandal berwarna hitam dan sebuah topi hitam bertuliskan “Pramuka”.
“Faktor utama penyebab kecelakaan diduga karena kurang hati-hatinya korban saat menyeberang di petak jalan kereta api. Kondisi kereta sendiri tidak mengalami kerusakan,” tambah Kapolsek.
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi, termasuk tim Unit Laka Lantas Polres Lamongan, langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD Karangkembang untuk proses lebih lanjut.

Hingga saat ini, identitas korban masih dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri barang bukti tersebut agar segera melapor ke Polsek Babat atau Polres Lamongan.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri

