Pojokkiri.com

Ekonomi Lesu dan Banjir Berkepanjangan, Jasa Penukaran Uang di Lamongan “Mati Suri”

 

Jasa Penukaran uang lebaran di Jl KH Ahmad Dahlan depan Kantor Pemkab Lamongan, sisi barat.(Foto: Pojok Kiri for Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojokkiri.com-Tradisi penukaran uang baru menjelang Lebaran yang biasanya ramai, kini tampak lesu di wilayah Kabupaten Lamongan. Pantauan di lapangan, khususnya di depan Kantor Pemda Lamongan, Jalan KH. Ahmad Dahlan, lapak-lapak jasa penukaran uang pinggir jalan terlihat sepi peminat meski sudah memasuki H-2 Idul Fitri 2026.

Kondisi “mati suri” ini dirasakan langsung oleh para penyedia jasa. Rizki, salah satu pedagang uang asal Jalan Ahmad Yani Surabaya yang mengadu nasib di Lamongan, mengaku omzetnya merosot tajam. Menurutnya, antusiasme warga tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan momen Lebaran tahun 2025 lalu.

“H-2 Lebaran 2026 ini sangat sepi. Kalau ditanya perbandingannya dengan tahun lalu (2025), jelas jauh lebih sepi sekarang,” ungkap Rizki saat ditemui wartawan Pojok Kiri di lapaknya, Rabu (18/3).

Rizki menduga ada dua faktor utama yang memicu lesunya bisnis musiman ini. Pertama, faktor bencana alam lokal; wilayah Lamongan diketahui telah terjangkang banjir selama empat bulan terakhir yang tak kunjung surut sepenuhnya hingga menjelang Lebaran. Kedua, kondisi ekonomi nasional yang sedang tidak stabil.

“Dugaan saya karena banjir yang lama tidak surut di Lamongan, ditambah ekonomi nasional juga kurang bagus. Masyarakat sepertinya lebih memilih mendahulukan kebutuhan pokok seperti membeli pakaian atau kue Lebaran daripada menukarkan uang baru,” imbuhnya.

Padahal, tarif yang dipatok masih standar jasa pada umumnya. Untuk penukaran uang senilai Rp100.000, warga cukup membayar Rp115.000. Namun, hingga mendekati hari kemenangan, para penyedia jasa ini masih harus bersabar menanti pelanggan yang tak kunjung datang seramai tahun-tahun sebelumnya.(lut)

 

Editor: Zainul Lutfi

Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri