Pojokkiri.com

Berlagak Korban Penjaga Sekolah Ini Ikut Lapor, Ternyata Dalang Pembobolan

Penjaga Sekolah Pelaku Pembobolan di Amankan Polisi

Surabaya Pojokkiri.com — Pencurian yang terjadi di wilayah Rungkut, Surabaya. Seorang penjaga sekolah justru menjadi pelaku utama dalam aksi pembobolan di lingkungan sekolah yang seharusnya ia jaga.

Kapolsek Rungkut Surabaya, Kompol Agus Santoso, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi awak media. Ia menyampaikan bahwa pelaku merupakan penjaga sekolah itu sendiri.

Dalam keterangannya, Kapolsek menegaskan bahwa peristiwa ini benar terjadi dan cukup mengejutkan karena melibatkan orang dalam yang memiliki akses penuh terhadap lingkungan sekolah.

“Peristiwa pembobolan diketahui terjadi pada 17 Maret 2026 sekitar pukul 04.00 WIB, bertepatan dengan masa libur sekolah. Situasi yang sepi diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa menimbulkan kecurigaan,” tutur Kompol Agus, pada Senin (13/4).

Namun yang menarik ungkap Kompol Agus, pada (28/3), pelaku justru melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas dan pihak sekolah melalui sambungan telepon. Tidak berhenti di situ, ia juga ikut serta membuat laporan resmi ke Polsek bersama pihak sekolah.

Setelah laporan diterima, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi. Dari proses penyelidikan tersebut, muncul kejanggalan yang mengarah pada pelaku sendiri.

Pada akhirnya, penjaga sekolah berinisial BN, pria berusia 38 tahun, mengakui perbuatannya di hadapan penyidik.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa pelaku menjalankan aksinya dengan modus merusak kunci pagar dan pintu ruang tata usaha. Ia kemudian mengambil kunci ruang kepala sekolah untuk mengakses tempat penyimpanan uang.

Uang yang berhasil digasak pelaku ditaksir mencapai Rp43 juta. Nilai kerugian tersebut menjadi perhatian serius pihak kepolisian karena menunjukkan adanya perencanaan dalam aksi tersebut.

Kapolsek menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh institusi, khususnya lembaga pendidikan, untuk meningkatkan sistem pengawasan internal.

Kasus ini menyoroti ancaman serius dari kejahatan yang dilakukan oleh orang dalam atau internal. Kepercayaan yang diberikan justru dimanfaatkan untuk melakukan tindakan melawan hukum.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan institusi untuk lebih waspada serta memperkuat sistem keamanan, terutama saat kondisi libur atau saat aktivitas sedang minim.

Penanganan kasus ini masih terus berlanjut, sementara pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut (sul).

Berita Terkait

Sasar Titik Rawan Kriminal, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Lakukan Patroli Skala Besar

Tukang Potong Ayam Sikat Motor Dibekuk, Dua Rekannya Buron

Ratusan Siswa SMP Negeri 14 Surabaya Antusias Ikuti Pelatihan Eco Enzyme Nusantara Surabaya

sukoto pojokkiri.com