
Lamongan, Pojok Kiri.com-Ada-ada saja cara pedagang menyikapi naiknya harga kebutuhan operasional. Sebuah unggahan dari pemilik akun Joko Tingkir Bilqis, seorang pedagang kios burung di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, mendadak viral di media sosial setelah menunjukkan cara unik membungkus dagangannya.
Dalam video yang dibagikan, Joko terlihat melayani pembeli ulat hongkong. Alih-alih menggunakan kantong plastik (kresek) seperti biasanya, ia justru menggunakan daun pisang sebagai wadah pembungkus.
Alasannya pun cukup menggelitik namun masuk akal. Ia mengaku langkah ini diambil karena harga plastik yang kian mahal.
“Plastik larang (mahal), gak ngene tah bos tuku uler diwadahi godong, gak kusuwen bos (apa tidak begini saja bos, beli ulat diwadahi daun, tidak pakai lama),” ujarnya dalam unggahan tersebut.
Aksi kreatif sekaligus hemat ini sontak menarik perhatian warganet. Unggahan tersebut telah disukai oleh puluhan netizen dan dibagikan berkali-kali. Kolom komentar pun ramai dengan tanggapan jenaka dari para pengguna media sosial.
Salah satu komentar yang paling mencuri perhatian datang dari akun @LamonganVibes. Ia berkelakar bahwa ulat yang dibungkus daun tersebut justru terlihat seperti bahan masakan tradisional.
“Tinggal dibumbui kasih parutan kelapa. Jadi botok ular hongkong yang punya kadar protein tinggi,” cuit akun Lamongan Vibes.
Komentar tersebut langsung direspons oleh sang pemilik kios. “Masuk bosss!” jawab Joko Tingkir Bilqis dengan membubuhkan emoji tertawa.
Selain menghibur, aksi pedagang asal Babat ini juga dinilai secara tidak sengaja mendukung gerakan pengurangan sampah plastik yang sedang digalakkan pemerintah, meski alasannya murni demi menekan biaya pengeluaran kios.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri

