
Surabaya Pojokkiri.com – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2026 yang akan digelar secara kombinasi daring dan luring pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Tidak sekadar berpartisipasi, Jawa Timur kembali memasang target ambisius dengan mempertahankan gelar juara umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dindik Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang menilai konsistensi prestasi Jawa Timur selama beberapa tahun terakhir menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan siswa vokasi.
Menurutnya, provinsi-provinsi pesaing seperti DKI Jakarta dan Jawa Tengah terus memperkuat persiapan mereka untuk mengejar dominasi Jawa Timur. Karena itu, seluruh kontingen diminta tidak berpuas diri dan tetap meningkatkan kualitas latihan secara maksimal.
“Prestasi yang telah diraih harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Posisi Jawa Timur sebagai juara bertahan harus dibuktikan kembali melalui persiapan yang matang, disiplin, dan semangat kompetitif yang tinggi,” ujar Aries, Sabtu (30/5/2026).
Aries menegaskan bahwa LKS Nasional bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan indikator keberhasilan pendidikan vokasi dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing.
Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum pada tahun sebelumnya, lanjutnya, tidak terlepas dari berbagai strategi pembinaan yang diterapkan secara intensif dan terukur. Oleh sebab itu, pola pembinaan serupa akan kembali diperkuat untuk menghadapi kompetisi tahun ini.
Ia menilai keberhasilan siswa dalam ajang nasional merupakan bukti bahwa sistem pendidikan vokasi yang dijalankan telah berada di jalur yang tepat dalam membentuk generasi muda yang terampil, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi.
“LKS menjadi ukuran nyata sejauh mana kualitas pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kompetisi internasional,” ungkapnya.
Meski memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan, Aries mengingatkan seluruh peserta, pembimbing, dan sekolah agar tidak terlena oleh status juara bertahan.
Ia menekankan pentingnya menjaga kerendahan hati, disiplin, dan komitmen dalam setiap tahapan persiapan. Menurutnya, kemenangan hanya dapat diraih melalui kerja keras yang konsisten dan evaluasi yang berkelanjutan.
Aries berharap gelar juara umum tidak berpindah ke provinsi lain dan tetap menjadi kebanggaan Jawa Timur. Namun, target tersebut harus dicapai dengan usaha maksimal, bukan sekadar mengandalkan prestasi masa lalu.
Untuk memperkuat kesiapan kontingen, Dindik Jawa Timur telah menyiapkan sejumlah strategi khusus. Salah satunya adalah pembentukan War Room LKS Jatim yang berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan, dan evaluasi perkembangan peserta.
Selain itu, para peserta juga akan mengikuti pelatihan berbasis standar nasional dan standar kompetisi internasional WorldSkills. Simulasi lomba akan dilaksanakan sedikitnya tiga kali guna membiasakan siswa menghadapi situasi kompetisi yang sesungguhnya.
Dindik Jatim juga melibatkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai mitra pelatih agar peserta memperoleh pengalaman langsung sesuai kebutuhan industri modern. Tak hanya itu, pemetaan kekuatan serta analisis kompetitor dari berbagai provinsi turut dilakukan sebagai bagian dari strategi memenangkan kompetisi.
Di samping kemampuan teknis, Aries memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan mental para peserta. Ia menilai kualitas kompetensi siswa Jawa Timur sudah berada pada level yang sangat baik, namun faktor mental bertanding sering kali menjadi penentu keberhasilan di arena kompetisi.
Karena itu, seluruh kepala sekolah diminta memastikan kondisi psikologis dan kedisiplinan peserta benar-benar siap sebelum memasuki masa perlombaan.
Menurut Aries, selama pelaksanaan training center para peserta perlu mendapatkan pendampingan psikologis dan penguatan karakter agar mampu tampil percaya diri ketika berhadapan dengan peserta terbaik dari seluruh Indonesia.
“Kesiapan mental harus dibangun sekuat mungkin. Ketika kepercayaan diri terjaga, kemampuan yang dimiliki siswa akan tampil secara maksimal saat kompetisi berlangsung,” katanya.
Lebih jauh, Aries menegaskan bahwa target Jawa Timur tidak berhenti pada LKS Nasional. Ia ingin para peserta dibina dengan standar kompetisi internasional sehingga mampu menembus ajang WorldSkills maupun ASEAN Skills di masa mendatang.
Keterlibatan dunia industri juga dinilai penting untuk memastikan siswa terbiasa menggunakan teknologi dan peralatan yang sesuai dengan standar kompetisi global.
Dengan menjadikan WorldSkills sebagai orientasi pembinaan, ia optimistis target juara umum LKS Nasional dapat tercapai sekaligus membuka peluang lahirnya talenta-talenta vokasi berkelas dunia dari Jawa Timur.
Pada LKS Nasional 2026, Jawa Timur akan mengirimkan 46 kontingen yang akan berlaga pada 37 bidang kompetisi serta satu bidang eksibisi.
Provinsi ini menargetkan perolehan lebih dari 20 medali emas sekaligus mempertahankan predikat juara umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Selain memburu prestasi nasional, Jawa Timur juga menargetkan lahirnya kandidat peserta WorldSkills dan ASEAN Skills, memperluas bidang lomba peraih medali, serta memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan talenta vokasi terbaik di Indonesia.
Ajang LKS Nasional tahun ini akan mempertandingkan berbagai bidang kompetensi strategis, mulai dari teknologi informasi, keamanan siber, kecerdasan buatan, konstruksi digital, kesehatan, perhotelan, otomotif, elektronika, robotika, hingga sektor industri kreatif yang menjadi kebutuhan utama dunia kerja masa depan (sul)

