
Gresik, pojokkiri.com
Pagi baru saja merekah, namun halaman Balai Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, sudah tampak riuh. Sejak fajar menyingsing, antrean warga mulai mengular, menciptakan pemandangan yang tak biasa di Sabtu (9/5/2026) pagi itu.
Sekitar 300 warga memadati lokasi guna memanfaatkan layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) gratis. Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran non-fisik program TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik.
Pemandangan haru terlihat di sela-sela antrean. Di tangan warga, tergenggam erat map-map berisi dokumen penting. Mulai dari ibu muda yang menggendong balita demi selembar Akta Kelahiran, lansia yang ingin memperbarui KTP, hingga pemuda yang antusias mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Program yang berlangsung selama dua hari (9-10 Mei 2026) ini membikin antusiasme warga sangat luar biasa. Banyak dari mereka yang selama ini menunda urusan administrasi karena sibuk bekerja.
Dengan adanya layanan yang jemput bola dan gratis seperti ini, beban mereka sangat terangkat,” ujar Sekretaris Desa Slempit, Kuspriadi.
Tak hanya petugas dispendukcapil, aparat TNI pun turun tangan. Di antara kerumunan, para prajurit dengan ramah membantu mengatur antrean dan memberikan arahan kepada warga yang kebingungan.
Batuud (Bintara Tata Usaha Urusan Dalam) Peltu Iwan Jaya menegaskan bahwa esensi TMMD melampaui sekadar pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan atau jembatan.
“Melalui pelayanan administrasi ini, kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat kehadiran TNI. Ini murni bantuan untuk kebutuhan dasar masyarakat dan 100% gratis tanpa pungutan biaya sepeser pun,” tegas Peltu Iwan.
Bagi penduduk Desa Slempit, momen ini lebih dari sekadar urusan birokrasi. Di balik lembaran kertas yang mereka terima, tersimpan rasa tenang dan pengakuan negara. Kehadiran program TMMD ke-128 membuktikan bahwa pelayanan publik kini tak lagi terasa jauh dan rumit, melainkan hadir tepat di depan pintu rumah mereka. (Dyo)

