
Lamongan, Pojok Kiri.com-Program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersiap merealisasikan proyek perbaikan di 15 titik pada pertengahan tahun ini. Dengan total anggaran mencapai Rp100 miliar, pengerjaan jalan tersebut akan menggunakan metode cor beton bertulang (memakai rangka besi) demi memastikan ketahanan fisik jalan dalam jangka panjang.
Namun, rencana realisasi proyek ini memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pembaca Koran Harian Pagi Pojok Kiri menyampaikan aspirasi agar pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya berfokus di wilayah perkotaan.
Rahman, seorang warga Kecamatan Sugio, berharap agar pemerataan pembangunan jalan benar-benar menyentuh wilayah pinggiran. Ia menilai wilayah kota seperti Jalan Sumargo, Jalan Pahlawan, hingga Jalan Kusuma Bangsa sudah lebih dulu menikmati fasilitas jalan cor beton bertulang tersebut.
“Jalan Jamula jangan difokuskan di dalam kota saja. Jalan Sugio ke timur dan barat Waduk Gondang mohon segera dikebut pembangunannya, karena kerusakan di jalan tersebut sudah sangat parah (wes nemen),” ujar Rahman, Selasa (2/6/2026).
Keluhan senada juga datang dari Barali Putra, yang menyoroti infrastruktur di wilayah Lamongan selatan. Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada akses jalan di wilayah Kecamatan Sukorame ke utara hingga wilayah Buluk ke selatan yang kondisinya saat ini rusak berat.
“Mohon sampaikan ke Pak Bupati, jalan Lamongan selatan, khususnya wilayah Kecamatan Sukorame ke utara hingga Buluk ke selatan agar segera diperbaiki dan tersentuh program Jamula,” tegas Barali.
Selain persoalan akses jalan, warga juga menyoroti fasilitas penunjang seperti Penerangan Jalan Umum (PJU). Izul Lamozi mengingatkan bahwa perbaikan jalan yang mulus harus diimbangi dengan lampu penerangan yang memadai. Menurutnya, saat ini masih banyak lampu jalan yang mati di sejumlah titik.
“Jalan yang sudah baik harus diimbangi dengan PJU yang berfungsi dengan baik. Jangan sampai jalan sudah bagus tapi lampunya mati, itu kurang elok. Hal ini penting supaya tagline ‘Lamongan Megilan’ tidak sekadar menjadi jargon semata,” pungkas Izul.
Masyarakat kini berharap Pemkab Lamongan dapat mendengar masukan tersebut agar alokasi anggaran Rp100 miliar untuk program Jamula tahun ini bisa dirasakan secara merata dan berdampak langsung pada mobilitas serta keamanan warga.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri

