
Situbondo,pojokkiri.com
Zeiniye Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, hadiri acara pisah kenang KB dan TK Dharma Wanita Persatuan 1 Situbondo di Pendopo Rakyat Situbondo, Kamis (4/6/2026).
Ia, mengatakan TK adalah satu lembaga pendidikan yang tidak bisa diabaikan oleh siapapun yang peduli terhadap pendidikan.
“Saya melihat TK ini satu lembaga pendidikan yang tidak bisa diabaikan oleh siapapun yang peduli terhadap pendidikan, baik itu penyelenggara pendidikan seperti eksekutif dalam hal ini Dinas Pendidikan, termasuk kami sebagai anggota DPR Komisi E yang membidangi pendidikan, “ucapnya.
Zeiniye, juga menegaskan jika TK lembaga pendidikan pertama yang membentuk karakter anak. “TK ini adalah lembaga pendidikan pertama yang membentuk karakter anak didik kita. Ibaratnya TK ini jadi tunas ya , mau jadi apa, seperti apa, karakter kepribadian tergantung dari sekuat apa moral mentalitas anak ketika di usia dini ini. Apalagi, hari ini apa pengaruh dari digitalisasi luar biasa menggerus moral anak bangsa, ” terangnya.
Selain itu, wanita asal Kecamatan Jangkar ini, mengaku jika penampilan siswa-siswi KB TK di acara pisah kenang baik sekali dan tampil dengan penuh keberanian.
” Bagus mereka melatih berani dengan keberanian luar bisa, ” tegasnya.
Dia, juga menyampaikan sudah bergerak cepat menginisiasi program peningkatan kapasitas bagi tenaga pendidik usia dini. Dalam satu tahun terakhir, dirinnya telah menuntaskan rangkaian roadshow di seluruh kecamatan se-Kabupaten Situbondo. Dalam program ini pula, pihaknya telah merangkul seluruh elemen tanpa ada sekat birokrasi, baik lembaga di bawah naungan Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama. Sudah tercatat sekitar 1000 guru TK, 1700 guru PAUD, dan lebih dari 600 guru IGRA yang mendapatkan pelatihan.
Acara pisah kenang yang diisi dengan pembacaan selawat nariyah, tari-tarian yang ditampilkan siswa, dan hiburan lainnya berjalan dengan lancar. Hadir dalam acara tersebut, Kasek KB-TK DWP 1 Situbondo, Nuraini, para guru, wali murid, paguyuban, komite, siswa serta pihak terkait lainnya. (Inul)

