KEDIRI, pojokkiri.com — Keluhan peternak soal harga telur yang merosot tak berhenti sebagai cerita. Dari curhat sederhana, lahir aksi spontan yang kemudian berubah menjadi pesta berbagi bagi ratusan warga Kabupaten Kediri.
Sebanyak 200 kilogram telur ayam hasil panen peternak lokal yang sebelumnya dibeli atau diborong di tengah anjloknya harga di tingkat kandang, Jumat (21/8/2026), akhirnya dibagikan gratis kepada masyarakat dalam kegiatan “Golkar Peduli, Kabupaten Kediri Sehat” di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Jalan Pamenang No. 58A, Katang, Sukorejo, Kecamatan Ngasem.
Sejak pagi, kawasan kantor partai berlambang pohon beringin itu dipadati warga. Lebih dari 500 bungkus telur dibagikan. Namun bukan hanya telur yang membuat suasana Jumat pagi itu ramai. Soto ayam, nasi bungkus, minuman, gorengan hingga es krim gratis turut mengalir ke tangan warga.
Mengusung tema “Semangat Kebersamaan, Happy Menuju Kemenangan”, kegiatan tersebut menjadi ajang berbagi yang melibatkan DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Pengurus Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG), serta Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Kediri.
Aksi sosial ini bermula dari sebuah keluhan yang disampaikan peternak lokal saat kegiatan Pelatihan dan Peningkatan SDM Ekonomi Kreatif Subsektor Periklanan di Favehotel Kediri, Sabtu (15/8/2026).
Saat itu, peternak mengungkapkan harga telur di tingkat kandang tengah jatuh hingga sekitar Rp19 ribu per kilogram. Kondisi tersebut membuat hasil kerja peternak tak lagi sebanding dengan biaya produksi yang harus mereka tanggung.
Keluhan itu didengar langsung oleh Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Setiawan atau Cak Hadi. Tanpa banyak pertimbangan, Cak Hadi langsung mengambil langkah spontan: memborong 200 kilogram telur hasil panen peternak tersebut dengan harga di atas harga pasar.
Telur yang semula berpotensi menjadi simbol keresahan peternak, kini justru berubah menjadi paket keberkahan bagi masyarakat.
“Hari ini kami mengambil keberkahan hari Jumat untuk berbagi dengan masyarakat Kabupaten Kediri. Kebetulan saya di Komisi B sedang membahas Raperda terkait hilirisasi peternakan, salah satunya masalah harga unggas dan telur. Kemarin ada peternak yang curhat soal harga, lalu kami berinisiatif memborongnya untuk dibagikan,” ujar Cak Hadi.
Kegiatan Jumat Berkah itu berlangsung semakin semarak. Warga yang datang tak hanya membawa pulang telur gratis, tetapi juga menikmati sarapan soto ayam bersama. AMPG dan KPPG Kabupaten Kediri turut menyiapkan nasi bungkus, minuman dan berbagai camilan.
Di tengah keramaian, sebuah lapak es krim UMKM lokal yang kebetulan melintas di sekitar lokasi pun ikut mendapat kejutan. Alih-alih sekadar membiarkan pedagang itu lewat, panitia langsung memborong dagangannya. Es krim tersebut kemudian dibagikan gratis kepada warga, terutama anak-anak yang tengah mengantre.
“Ini salah satu bentuk perhatian dan kepedulian kita untuk mendukung UMKM lokal. Ada es krim lewat, kita borong untuk dinikmati bersama warga,” kata Cak Hadi.
Aksi spontan itu membuat suasana di depan Kantor DPD Golkar semakin riuh. Anak-anak tampak antusias, sementara warga dewasa membawa pulang paket telur untuk kebutuhan dapur keluarga.
Bagi warga seperti Supinah, kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial. Warga RT 01 RW 07 Gang Surya, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, itu mengaku mendapat informasi pembagian telur gratis dari Ketua RT di lingkungannya.
Ia pun datang dan ikut mengantre bersama warga lainnya. “Alhamdulillah, senang sekali. Semoga Golkar selalu sukses, tambah maju, dan kegiatan berkah seperti ini bisa terus diadakan,” ujar Supinah.
Telur yang diterimanya, kata dia, akan dimanfaatkan sebagai lauk sehari-hari untuk keluarga di rumah. Di tengah situasi ekonomi yang masih menjadi perhatian banyak keluarga, bantuan sederhana seperti telur dan makanan siap santap ternyata cukup membuat warga merasa diperhatikan.
Cak Hadi menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran nyata partai politik di tengah masyarakat.
Menurutnya, persoalan harga komoditas, khususnya produk peternakan, tidak bisa dipandang sebagai persoalan kecil. Ketika harga di tingkat peternak jatuh, dampaknya bisa merambat langsung terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.
Sebaliknya, ketika hasil panen peternak dibeli dan disalurkan kembali kepada masyarakat, maka roda ekonomi bisa bergerak dari dua arah: peternak terbantu, masyarakat pun mendapatkan manfaat.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apa pun. Kami yakin program-program strategis pemerintah akan sangat terasa dampaknya nanti. Tugas kami adalah menjaga program tersebut dan memastikan masyarakat merasa tidak sendirian,” pungkasnya.
Ratusan warga pun terus memadati area Kantor DPD Golkar Kabupaten Kediri sejak pagi. Antrean telur, aroma soto ayam, tawa anak-anak yang menikmati es krim, hingga paket nasi bungkus yang berpindah tangan menjadi pemandangan Jumat pagi itu.
Dari harga telur yang sempat anjlok, sebuah aksi spontan lahir. 200 kilogram telur diborong. Lebih dari 500 bungkus dibagikan. Peternak mendapat pembeli, warga mendapat lauk, UMKM mendapat dukungan.
Dan di bawah naungan pohon beringin, Jumat Berkah kali ini seolah membawa pesan sederhana: ketika keluhan didengar dan langsung dijawab dengan tindakan, keresahan bisa berubah menjadi keberkahan. (ade/wan)

