
Lamongan, Pojokkiri.com-Manajemen PT Persela Jaya secara resmi mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh produsen dan penjual jersey maupun atribut Persela Lamongan ilegal (tanpa izin). Fenomena maraknya perdagangan produk bajakan ini membuat manajemen mengambil langkah tegas hukum demi melindungi hak kekayaan intelektual klub.
Pihak manajemen menegaskan bahwa segala bentuk produksi, pemasaran, hingga perdagangan produk tiruan yang menggunakan identitas klub merupakan tindakan pelanggaran hukum berat. Para pelaku terancam dijerat dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek.
Dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh PT Persela Jaya, pihak klub menyampaikan poin-poin krusial terkait hak kekayaan intelektual (HAKI) Persela Lamongan:
“PT Persela Jaya selaku pemegang sah hak kekayaan intelektual (hak merek) Persela Lamongan dengan ini menyampaikan imbauan kepada seluruh pihak terkait penggunaan identitas klub.
Bahwa segala bentuk produksi, pemasaran, dan perdagangan produk yang termasuk namun tidak terbatas pada penggunaan logo, nama label, merek maupun segala bentuk atribut Persela Lamongan merupakan bentuk pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam UU nomor 20 tahun 2016 tentang merek.”
Manajemen PT Persela Jaya juga mengajak dan memperingatkan pihak-pihak yang saat ini masih memproduksi atau memperdagangkan produk tiruan—baik melalui toko fisik (offline) maupun marketplace digital (online)—untuk segera menghentikan aktivitas tersebut sebelum diambil tindakan hukum lebih lanjut.
Di akhir keterangannya, manajemen mengetuk hati para suporter setia Laskar Joko Tingkir untuk berkomitmen hanya membeli produk asli.
“Dengan menggunakan produk original, Anda telah memberikan dukungan nyata bagi kemajuan dan martabat Persela,” tulis pernyataan resmi PT Persela Jaya.
Bagi para pelaku usaha konveksi dan pedagang atribut olahraga, imbauan ini menjadi lampu kuning agar tidak lagi sembarangan mencetak logo atau nama Persela Lamongan demi keuntungan pribadi tanpa adanya kerja sama resmi dengan PT Persela Jaya.(lut)
Editor: Zainul Lutfi

