Pojokkiri.com

Petrus Loyani Bersama Direksi PT Surya Media Rajawali Resmikan Peluncuran Media Online, Fokuskan Pada Hukum Ekonomi

Surabaya, Pojok Kiri  –

Petrus Loyani, SH., MH., MBA., bersama para direksi telah meresmikan peluncuran media online milik PT Surya Media Rajawali di Gedung Graha Pena Office Building, gedung utama lantai 5, Selasa (12/09/2023).

Petrus Loyani selaku ahli hukum ekonomi saat didampingi direksi mengatakan bahwa media ini hadir secara spesifik khusus berbasis hukum ekonomi. Termasuk perbankan, perpajakan, pasar modal, perdagangan internasional, hak milik intelektual, kepailitan, asuransi dan fraud audit, “media ini memiliki kekhususan dibandingkan dengan media-media online lainnya. Kekhususannya terletak pada konten liputan yang mengkhususkan diri pada hukum ekonomi,” ujarnya.

“Hukum ekonomi itu paling tidak terdiri dari delapan sub bidang, yang dalam hukum perdata itu dikhususkan sebagai kelompok khusus. Yaitu antara lain, perbankan, perpajakan, pasar modal, perdagangan internasional, hak milik intelektual, kepailitan, asuransi dan fraud audit,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Petrus Loyani menyampaikan kekhususan lainnya juga terletak pada persoalan-persoalan di dalam transaksi komersial yang saat ini terjadi di tengah masyarakat, “ada dua aspek disana. Ketika komersialnya saja yang ditekankan itu murni hanya menjadi peristiwa ekonomi, yang di dalam hukum itu disebut peristiwa komersial,” ucap Petrus.

“Tetapi ketika peristiwa komersial itu disorot dan diukur dari parameter aturan main yaitu undang-undang, maka disana masuk ilmu hukum. Dan disitulah ada dua disiplin bekerja, antara hukum dan ekonomi,” sambungnya.

Petrus Loyani memaparkan, ketika sebuah transaksi komersial bermasalah, menurutnya itu bukan berarti harus menjadi pidana, “masalahnya harus diidentifikasi dulu, terkait kelas dan kualifikasi masalah itu apa? Apakah pelanggaran hukumnya hanya bersifat administratif, atau memang sudah benar-benar kriminal,” papar Petrus Loyani.

Petrus Loyani juga mencontohkan persoalan penyimpangan kredit. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jumlah pinjaman bank yang dikucurkan antara pengusaha besar dan pengusaha kecil, namun diselewengkan.

Selain itu juga persoalan uang pajak negara bocor yang ditilap, dikorupsi, atau digelapkan. Termasuk juga nilai saham atau kapitalisasi di pasar modal yang diselewengkan.

“Itu ga ada yang tahu. Sehingga sepi dari pemberitaan, dan kami dari media milik PT Surya Media Rajawali akan hadir untuk memenuhi atau bahkan melengkapi segi pemberitaan hukum ekonomi yang masih terkesan kosong,” pungkasnya. (mar)