Pojokkiri.com

Santri Dianiaya Karena Dituduh Mencuri Uang

Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan, tempat kasus santri dianiaya teman sendiri, kasusnya sedang ditangani.(Zainul Lutfi/Pojok Kiri.com)

Lamongan, Pojok Kiri.com- Seorang santri di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kelurahan Banjar Mendalam, Kecamatan Lamongan, berinisial F (15) diduga mengalami bullying oleh lima temannya.

Siswa kelas 2 Madrasah Tsanawiyah (MTS) itu bukan hanya di-bully melainkan dipukul hingga babak belur.

Kasus dugaan bullying itu dilakukan oleh lima teman F pada Jumat (24/11/2023) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, saat korban tidur dikamar Pondok Pesantren dibangunkan temanya sebanyak lima orang.

Korban dituduh mencuri uang Rp 300 ribu milik santri. Karena tidak merasa mengambil uang tersebut, korban menolak tuduhan pencurian uang itu.

Tak Terima dengan jawaban korban pelaku menghajar korban berkali-kali, hingga korban jatuh terbaring tak berdaya di lantai asrama.

Akibat dianiaya tersebut, korban mengalami sejumlah luka lebam di dada, bahu dan robek di telinga. Kejadian tersebut, kemudian dilaporkan korban ke orang tuanya via handphone.

Dengan adanya kejadian tersebut, orang tua korban AN (42) warga Perumahan Jasmine Regency yang tak terima kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Lamongan.

Sementara, Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbiantoro membenarkan laporan orang tua F terkait dugaan kasus bullying yang dialami korban pada Jumat (24/11/2023) dini hari kemarin.

“Ya sudah lapor,” singkat Anton..

Hingga saat ini lima teman F yang melakukan aksi bullying dan pemukulan belum diperiksa kepolisian.

“Kami jadwalkan periksa korban dulu ya. Nanti siapa saja teman-teman korban yang ikut memukul kami akan minta keterangan korban dulu,” ujar Anton.(lut)