
Lamongan, Pojok Kiri.com-Hingga Oktober 2025, bencana banjir telah melanda sedikitnya 51 desa di 14 kecamatan di Kabupaten Lamongan. Curah hujan tinggi disertai luapan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Jero, serta sistem drainase yang tersumbat, menjadi penyebab utama terjadinya banjir di sejumlah wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan berbagai langkah penanganan dan mitigasi.
Upaya yang dilakukan antara lain penyaluran bantuan logistik dan makanan siap saji bagi warga terdampak, edukasi kebencanaan kepada masyarakat, serta peningkatan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) di daerah-daerah rawan banjir.
Kepala BPBD Lamongan Joko Raharto, S. STP, M. AP mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar saluran air, agar tidak terjadi penyumbatan yang memperparah genangan.
“Mari bersama menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan, agar Lamongan tetap tangguh menghadapi bencana,” ajaknya.(lut)

