
Gresik, pojokkiri.com
Kuliner bubur masin biasanya ramai diburu setiap bulan Ramadan atau puasa. Meski begitu, kuliner khas Gresik ini semakin langka karena sudah jarang orang yang menjual.
Untuk itu, Anggota DPRD Gresik Ricke Mayumi meminta agar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kab. Gresik mengusulkan bubur masin sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) ke Kementerian Kebudayaan RI.
“Tentu sebelumnya harus ada sosialisasi dan promosi agar bubur masin tidak punah,” kata Ricke saat kegiatan pembagian bubur masin di Trate Takjil Market vol.03 di Jalan Abdul Karim Trate Gresik, Minggu (2/3/2025)
Menurut Politisi Partai Gerindra ini, makanan tradisional bisa menjadi salah satu aspek budaya suatu daerah yang bisa menjadikan identitas daerah tersebut, yang tentunya dalam runtutannya akan bisa menjadi sumber perekonomian masyarakat daerah.
“Agar tetap menjadi identitas yang terus bisa menjadi warisan budaya, tentu saja tidak lepas dari peran masyarakat beserta pemerintah daerah untuk tetap menjaga eksistensinya,” ucap dia.
Ricke mencontohkan, misalknya di setiap acara-acara yang ada di kota Gresik agar tetap ada tempat untuk makanan khas seperti bubur masin.
“Tujuannya agar tidak kalah dengan makanan kekinian yang lain,” ungkap anggota Komisi II DPRD Gresik tersebut.
“Bila perlu juga diadakan pelatihan-pelatihan untuk pembuatan makanan khas tradisional kepada generasi muda agar mereka juga mengetahui adanya makanan khas ini,” tambah Ricke.
Sementara, salah satu pedagang di Trate Takjil Market, Yuli mengatakan bahwa bubur masin hanya ia jual pada saat bulan Ramadan saja, karena makanan khas Gresik ini sangat cocok untuk buka puasa.
“Saya jual bubur masin Rp5 ribu per porsi hanya pas bulan puasa,” ujarnya.
Yuli menjelaskan, bubur masin terbuat dari bahan jagung ditambah aneka bumbu. Mulai bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, belimbing wuluh, lengkuas, daun jeruk, daun kemangi dan santan.
“Biasanya disajikan bareng kerupuk udang kriuk sehingga citarasanya menyatu antara gurih, asam, asin dan manis,” terangnya. (Dyo)

