
Gresik, pojokkiri.com
Dalam upaya mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang kian meluas,.
UPT Puskeswan Balongpanggang datangi Pasar Hewan, yang berada di Desa Balongpanggang Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, memberikan vitamin, Kamis 9 Januari 2025.
Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Balongpanggang Drh. Apriliwiyani Niken Hastuti menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesehatan hewan ternak, khususnya sapi, agar bebas dari PMK.
Setiap sapi yang baru tiba di pasar hewan langsung disemprot dengan disinfektan. Langkah serupa juga dilakukan saat sapi akan diangkut kembali ke kendaraan untuk mencegah penularan penyakit.
Menurutnya, pemberian vitamin ini merupakan bagian dari langkah pencegahan dini untuk mencegah penyebaran PMK.
“Kami melakukan seleksi ketat terhadap lalu lintas sapi yang masuk ke pasar hewan di Kabupaten Gresik khususnya pasar hewan Balongpanggang” ujarnya.
Ia menekankan bahwa sapi yang tidak dalam kondisi sehat akan dilarang masuk pasar.
Lanjut Niken, adapun dibulan Desember 2025, terindikasi ada 81 ekor sapi, sembuh 20 ekor sapi, mati 12 ekor sapi, potong paksa 2 ekor, sapi di jual 10 ekor sapi. Sedangkan di bulan Januari 2025 ada 111 ekor sapi terindikasi, sembuh 66 ekor, mati 13, potong paksa 7 ekor dan 1 ekor sapi yang di jual.
Selain memberikan vitamin Kepala Puskeswan juga melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan peternak terkait pentingnya menjaga kesehatan hewan.
“Bagi peternak yang membutuhkan vaksinasi mandiri, dapat menghubungi petugas kesehatan hewan terdekat. Jika ada gejala hewan terkena PMK, segera laporkan ke petugas kesehatan,” tambahnya.
Sementara Camat Balongpanggang Suryo Wibowo menyampaikan, agar menginstruksikan Kepala Desa yang wilayahnya berbatasan dengan kabupaten lain, bisa menjaga atau kemungkinan ada hewan hewan yang masuk ke wilayah Kabupaten Gresik, seperti Lamongan, Mojokerto dan Surabaya agar bisa terjaga dari penyakit PMK.
“Perlu di ketahui di wilayah Kecamatan Balongpanggang ada dua pasar hewan, antara lain pasar hewan surojenggolo yang terletak di Desa Kedungpring dan pasar hewan Balongpanggang,” terangnya.
“Kedua pasar Hewan ini harus selalu dalam pantauan lantaran Kecamatan Balongpanggang merupakan wilayah Segitiga Emas berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan dan Mojokerto.”tambahnya.
Sementara itu Kades Balongpanggang Agus Saputro mengatakan bahwa pihaknya berharap agar nantinya PMK bisa pulih.
Sebab di mana dalam perdagangan yang biasanya mencapai ratusan namun sekarang hanya lima puluhan.
Harga mengalami penurunan sangat drastis, semula atau biasanya sapi jenis Limosin harga mencapai 24 juta, sekarang di jual hanya 18 juta. Tambahnya. (Dyo)

