Pojokkiri.com

Curi Motor Untuk Biaya Sunat Anaknya 2 Bandit Curanmor Dibekuk Polisi

Dua pelaku pencurian motor dibekuk Polsek Genteng Surabaya (Sam/pojokkiri)

Surabaya, Pojokkiri.comTim anti-bandit Polsek Genteng, Polrestabes Surabaya, berhasil membekuk dua pelaku pencurian kendaraan bermotor yang kerap beraksi di lokasi strategis seperti kafe dan tenant. Kedua pelaku, yang menggunakan modus operandi kunci T, telah mencuri beberapa motor di wilayah Gubeng dan Genteng Surabaya.

Kapolsek Genteng Surabaya, AKP Grandika Indra Waspada, menjelaskan bahwa kedua pelaku ini membagi tugas dengan rapi. Satu orang bertugas mengawasi situasi, sementara yang lain melakukan eksekusi pencurian dengan menggunakan kunci T.

“Mereka biasanya menarget lokasi strategis seperti kafe dan tenant yang ramai yang biasa dikunjungi orang. Saat semua orang kondisi lengah, mereka langsung beraksi,” ujar AKP Grandika didampingi oleh Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty.

Otak daripada curanmor tersebut, MS (32), mereka mengaku telah membuat kunci T secara autodidak setelah mendapatkan motor lalu menjual ke Madura. “Saya jual ke Madura. Biasanya pas nyebrang jembatan Suramadu langsung janjian ketemuan secara COD di sana,” papar MS.

MS mengungkapkan bahwa motif pencurian ini adalah untuk menutupi kebutuhan finansial keluarganya. “Uang hasil jual motor saya bagi dua. Kalau Vario biasanya saya jual Rp2,5 juta, kadang juga motor Beat. Uangnya habis buat menyunatkan anak saya dan bayar hutang mekar oleh istri saya,” jelas MS.

Kemudian pelaku kedua, YK (47), mengaku baru pertama kali terlibat dalam aksi pencurian ini. “Saya enggak kerja. Saya baru kali ini ikut MS,” tutur YK, pada Selasa (18/03/2025).

Kasus pencurian itu terjadi pada Jumat, 3 Januari 2025, sekitar pukul 17.45 WIB, ketika korban, seorang pegawai rumah makan Toby’s di Jalan Kusuma Bangsa 22 Surabaya, melaporkan kehilangan motor yang diparkir di halaman tempat kerjanya.

“Saya melihat motor tidak ada di tempat parkir. Setelah cek CCTV, ternyata motor saya diambil orang tidak pelaku,” kata korban.

Kejadian serupa terjadi pada Kamis, 9 Januari 2025, sekitar pukul 05.00 Wib, di Tenant Gelato, Jalan Kusuma Bangsa Surabaya. Korban, yang bekerja sebagai security, kehilangan motor Honda Vario tahun 2015 warna coklat yang diparkir di teras rumah.

Anggota Reskrim Polsek Genteng yang dipimpin Iptu Vian segera melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya dan Tenant Gelato. Mereka juga melakukan interogasi terhadap saksi-saksi, termasuk JNI (55) dan HR (44), yang memberikan keterangan penting tentang modus operandi pelaku.

“Pelaku menggunakan kunci T palsu untuk mencuri motor. MS bertugas mengawasi situasi, sementara SA mengeksekusi pencurian,” jelas AKP Grandika.

MS mengaku menyesal atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi. “Saya menyesal. Saya enggak akan mengulangi. Saya tobat,” ujarnya.

YK, yang baru pertama kali terlibat, juga mengaku menyesal tidak akan kembali ke dunia kejahatan. “Saya enggak kerja. Saya baru kali ini,” katanya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap keamanan kendaraan bermotor, terutama di lokasi strategis seperti kafe dan tenant. “Polsek Genteng Surabaya berharap, dengan dibekuknya kedua pelaku ini, angka kejahatan pencurian motor di wilayahnya dapat menurun,” tegas AKP Grandika (Sam)

Berita Terkait

Suroboyo 10K Hidupkan Semangat Arek Suroboyo? Ini Peran City Touchdown dalam Merangkul Komunitas Lokal

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya Ajak Masyarakat Kobarkan Jiwa Nasionalisme di Hari Kesaktian Pancasila 2025

Motor Curian Ditinggal di Makam Karena Terjebak Gang Buntu, 2 Pelaku Curanmor Diamankan