
Surabaya Pojokkiri.com – Musibah tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa menggugah kepedulian keluarga besar Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya. Petugas dan warga binaan lintas agama bersama-sama memanjatkan doa bagi para korban dan keluarga yang terdampak, Rabu (16/9/2026).
Doa bersama dilaksanakan secara serentak di dua tempat ibadah yang berada di lingkungan Rutan Kelas I Surabaya, yakni Masjid At-Taubah bagi umat Islam dan Gereja Efesus bagi umat Kristiani.
Dalam suasana khidmat, seluruh peserta mendoakan keselamatan para korban yang masih dalam pencarian, ketenangan bagi korban meninggal dunia, serta kekuatan dan ketabahan bagi keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud empati dan solidaritas kemanusiaan keluarga besar Rutan Kelas I Surabaya atas musibah yang menimpa KMP Virgo Transport 8.
Menurutnya, musibah tersebut membawa duka yang tidak hanya dirasakan keluarga korban, tetapi juga masyarakat luas. Karena itu, petugas dan warga binaan mengambil bagian dalam dukungan moril melalui doa bersama sesuai keyakinan masing-masing.
“Doa bersama ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Rutan Kelas I Surabaya kepada para korban, keluarga korban, serta seluruh pihak yang terdampak. Semoga keluarga yang sedang menghadapi musibah diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan,” ujar Tristiantoro.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan dapat tumbuh dan diwujudkan di mana saja, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk menyatukan kepedulian dan harapan bagi sesama.
Doa bersama di Gereja Efesus diikuti Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, dua orang staf, serta 96 warga binaan beragama Kristiani. Ibadah berlangsung tenang dan penuh penghayatan sebagai ungkapan belasungkawa kepada para korban.
Sementara itu, kegiatan di Masjid At-Taubah diikuti Kepala Rutan Kelas I Surabaya, tiga pejabat struktural, empat staf, lima peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan, serta 124 warga binaan beragama Islam.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat. Para peserta mengikuti doa bersama dengan harapan proses pencarian dan penanganan musibah dapat berjalan lancar serta seluruh pihak yang terlibat diberikan keselamatan.
Rutan Kelas I Surabaya berharap doa yang dipanjatkan dapat menjadi dukungan moril bagi keluarga korban dalam menghadapi musibah tersebut.
Kegiatan lintas agama ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan nilai spiritual dan sosial bagi warga binaan. Mereka diajak untuk terus menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan solidaritas terhadap penderitaan sesama.
Melalui doa yang dipanjatkan dari masjid dan gereja, keluarga besar Rutan Kelas I Surabaya menyampaikan satu harapan yang sama: para korban mendapatkan pertolongan terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan (sul)

