
Lamongan, Pojokkiri.com-Nasib malang menimpa Toriqoh Alfarel Haqiqih (21), seorang pemuda asal Desa Pangean, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Ia menjadi korban pembegalan sadis di Jalan Raya Pucuk-Brondong, tepatnya di wilayah Desa Miru, Kecamatan Sekaran, pada Minggu (3/5/2026) dini hari.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB saat korban dalam perjalanan pulang usai berlatih skateboard bersama komunitasnya di Alun-alun Lamongan. Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan sepeda motor dan barang berharga lainnya dengan total kerugian mencapai Rp20 juta.
Kejadian bermula pada Sabtu (2/5/2026) malam ketika korban berangkat menuju Alun-alun Lamongan. Usai berkumpul dan bermain skateboard, ia sempat mampir ke sebuah warung kopi di Jalan Ahmad Yani sebelum akhirnya memutuskan pulang pada pukul 02.00 WIB dengan mengendarai Honda Vario putih bernopol S 2517 JAX.
Memasuki wilayah Desa Miru, korban merasa dibuntuti oleh orang tak dikenal. Benar saja, tak lama kemudian ia dihadang oleh enam orang pelaku yang mengendarai dua sepeda motor. Para pelaku berteriak memerintahkan korban untuk berhenti.
Aksi kekerasan pun tak terhindarkan. Tiga pelaku yang berboncengan menggunakan Honda Beat merah menendang motor korban dari belakang hingga ia terjatuh. Meski sempat berusaha membela diri, korban kalah jumlah dan dipukuli oleh para pelaku hingga tak sadarkan diri.
Korban baru siuman sekitar pukul 08.00 WIB dalam kondisi tergeletak di semak-semak sebelah utara sebuah warung di pinggir jalan. Saat itulah ia menyadari motor Honda Vario miliknya telah raib, beserta telepon genggam, papan skateboard, helm, jaket, baju ganti, bahkan sandal yang ia kenakan.
Selain kerugian materiil, korban mengalami luka lecet pada siku kanan dan punggung tangan kiri, serta rasa nyeri di bagian leher belakang akibat penganiayaan tersebut.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kasus dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut.
“Benar ada laporan dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Korban juga sudah menjalani visum (VER). Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan nanti,” ujar Ipda Hamzaid saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).
Saat ini, pihak kepolisian tengah memburu para pelaku yang diduga berjumlah enam orang tersebut. Warga diimbau untuk tetap waspada saat berkendara di jalur sepi pada dini hari.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri

