Pojokkiri.com

Diiringi Sungkeman Serta Tangis Haru Wali Santri Menyelimuti Wisuda Dan Haflah Akhirussanah, Ma’had Tahfidzul Qur’an As-salam

Gresik, pojokkiri.com

Dengan di tanda Sungkeman dan tangis haru wali santri menyelimuti acara Wisuda Dan Haflah Akhirussanah, Ma’had Tahfidzul Qur’an As-salam Dusun Karangwungu, Desa Mojogede, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Sabtu 5 Juli 2025 malam.


Acara penuh makna ini menjadi momen sakral yang membahagiakan, tidak hanya bagi para santri, tetapi juga bagi keluarga dan segenap Ma’had Tahfidzul Qur’an As-salam.


Dalam sambutannya Kepala Ma’had Tahfidzul Qur’an As-salam Ustadz Ikhsan mengungkapkan, Syukur alhamdulillah pada malam hari ini kita bisa bertatap muka dengan wali santri. Dimana yang dulu wali santri telah menitipkan atau mempercayakan kepada kami menaruh anak-anaknya di sini, sekarang saya serahkan kembali untuk diterima.


” Mudah – mudahan ilmu yang didapat dari sini bermanfaat, dan santri santri yang telah di wisuda ini bisa menjadi contoh bagi teman-teman lainnya” ujarnya.

Di akhir sambutannya ia berpesan buat wali santri sekaligus menitip pesan buat anak-anak yang nanti melanjutkan perjuangannya diantaranya :

1. Menjaga sholat lima waktu.

2. Terapkan nilai-nilai Islam.

3. Hafalan Al-Qur’an jangan kalian lupakan. Pesannya.


Sementara Sudar salah satu wali santri dengan kucuran air mata mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas bimbingan para ustadz, karena telah membimbing anak kami dari bacaan yang terbatas hingga kini lancar, bahkan mampu menyelesaikan hafalannya,” ujarnya penuh haru.


“Ini adalah nikmat yang telah lama dinanti. Alhamdulillah, akhirnya anak saya bisa menyelesaikan hafalannya,” ucapnya.


Ia pun tak lupa menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan putranya terdapat hal-hal yang kurang berkenan.


Ia juga berpesan kepada putranya agar senantiasa menjaga hafalannya. Tambahnya.


Di tempat yang sama Gus Huda selaku pengasuh Ma’had Tahfidzul Qur’an As-salam dalam tausiyahnya menyampaikan, “Cara membahagiakan orang tua adalah salah satunya anak tersebut bisa menghafal Al-Qur’an, karena hafal Al-Qur’an adalah rezeki dari Allah,” ucapnya.


Di samping itu beliau juga mengingatkan bahwa yang paling layak menjadi imam sholat adalah yang paling banyak hafalan Al-Qur’annya dan yang paling bagus bacaannya. Jelasnya.


Baginya, Acara ini berlangsung dengan suasana haru, saat para wali santri memeluk anaknya.


Momen ini menjadi kenangan tak terlupakan bagi santri dan keluarga mereka. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus berjuang dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur’an. Tambahnya. (Dyo)