
Surabaya Pojokkiri.com – Upaya pencurian sepeda motor di kawasan Jalan Kedung Tarukan, Tambaksari, berakhir tragis bagi pelakunya. Seorang pemuda berinisial Yahya Ahmad (22), warga Sawahpulo, tak berkutik setelah aksinya mencuri kendaraan milik seorang ustaz di depan Pondok Pesantren Mifrachussunnah dipergoki warga pada Selasa malam, 17 Februari 2026.
Motor Honda Vario bernomor polisi L 6428 CAH yang menjadi sasaran ternyata memicu kewaspadaan lingkungan sekitar. Teriakan warga yang mengetahui aksi tersebut dengan cepat menyulut emosi massa. Pelaku pun sempat menjadi sasaran amukan hingga mengalami luka sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian yang datang tepat waktu.
Kehadiran petugas di lokasi menjadi penentu yang mencegah situasi semakin tak terkendali. Pelaku segera dievakuasi dari kerumunan warga dan dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.
Dari tangan tersangka, polisi menyita kunci T lengkap dengan mata kunci yang diduga digunakan untuk merusak rumah kunci kendaraan. Alat tersebut menjadi bukti kuat modus operandi yang lazim dipakai dalam kasus pencurian sepeda motor.
Kanitreskrim Polsek Tambaksari, AKP Sukram, menegaskan bahwa pelaku saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit di bawah pengawasan aparat. Pihaknya juga telah mengantongi identitas satu pelaku lain yang berperan sebagai joki dan kini masuk dalam daftar pencarian orang.
Menurutnya, penyelidikan tidak berhenti pada satu pelaku. Aparat tengah menelusuri kemungkinan keterkaitan tersangka dengan jaringan curanmor yang selama ini meresahkan warga Tambaksari dan wilayah sekitarnya.
Kepolisian memastikan proses pengembangan terus dilakukan untuk mengungkap pola kejahatan yang lebih luas. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen aparat dalam menekan angka pencurian kendaraan bermotor yang masih menjadi ancaman di kawasan padat penduduk.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat serta penanganan hukum yang diserahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang. Di tengah meningkatnya kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan, polisi tetap mengimbau agar setiap tindakan kriminal dilaporkan tanpa harus berujung pada aksi main hakim sendiri.
Dengan identitas pelaku lain yang telah dikantongi, pengejaran kini terus dilakukan. Aparat berharap pengungkapan kasus ini dapat membuka mata rantai jaringan curanmor yang beroperasi di Surabaya, khususnya di wilayah Tambaksari (sul).

