Pojokkiri.com, – SAMPANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Sampang kembali berduka. AR, seorang guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Dusun Manggar, Desa Pajeruan, Kecamatan Kedundung, menjadi korban penganiayaan sadis menggunakan senjata tajam saat menjalankan tugas pengabdiannya. Insiden ini tidak hanya melukai fisik sang guru, tetapi juga menciderai marwah institusi pendidikan di wilayah tersebut.

Merespons gelombang keresahan masyarakat, Polres Sampang bergerak cepat. Di bawah komando AKBP Hartono dan Kasatreskrim Iptu Fajri Alim, tim penyidik berhasil mengamankan dua pria terduga pelaku berinisial S dan R.
Meski penangkapan dilakukan dalam waktu singkat, publik kini menanti transparansi mengenai motif di balik serangan tersebut. Apakah ini murni kriminalitas spontan, atau ada aktor intelektual serta latar belakang konflik yang lebih dalam?
Aksi kekerasan ini memicu reaksi keras dari lintas generasi alumni pondok pesantren. IS, perwakilan alumni, menegaskan bahwa kasus ini adalah ujian bagi penegakan hukum di Sampang.
“Ini bukan sekadar penganiayaan biasa, ini adalah serangan terhadap simbol adab. Kami akan mengawal kasus ini hingga meja hijau untuk memastikan tidak ada ruang bagi kekerasan di lingkungan pendidikan,” tegas IS (09/02).(Man/F-R)

