
LAMONGAN, POJOK KIRI.com-Sejak harga burung murai batu turun harga secara signifikan di Kabupaten Lamongan. Banyak peternak burung murai batu dikota tersebut menutup usahanya.
Imbasnya, harga kroto suplemen wajib untuk pakan burung tersebut turun harga secara signifikan. Yang biasanya Rp 20.000 perons, kini menjadi Rp 13.000 perons.
Salah satu kios burung di Perempatan Tambakboyo Lamongan, Faris (25) mengatakan, turunnya harga kroto ini sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Sejak harga burung murai batu terjun bebas.
“Imbasnya, permintaan akan suplemen wajib (UF) burung murai batu di kios burung kami turun drastis,”kata Faris, Sabtu (23/11/2024).
Walaupun harga kroto turun, kami tidak berani ambil banyak. Takut tidak laku. Karena 70 persen pembeli kroto di kios kami adalah pelaku usaha peternakan burung murai batu.
“Takut tidak terserap saja, karena banyak pelaku usaha peternak burung murai batu yang menutup usahanya. Kalau dipaksakan belum tentu laku,” ujarnya.
Sekedar tahu, dulu kroto mempunyai nilai ekonomi tinggi. Keberadaannya yang kaya dengan protein itu banyak digunakan untuk pakan tambahan burung berkicau hingga umpan pancing.
Dulu kroto setiap satu kilogram bisa laku seharga Rp 170.000 SD Rp 200.000. Harganya memang cukup mahal karena kroto banyak dibutuhkan, tetapi ketersediaannya di alam terbatas.(lut)

