
Surabaya, Pojokkiri.com – Nasib apes dialami seorang janda tiga anak, bernama Anis Suliana (50), yang dirampok oleh seorang pria penghuni kos saat tidur di saat jaga tokonya di Jalan Kedung Anyar Gang II, Surabaya.
Diketahui dari peristiwa tersebut, menyebabkan korban menderita lima tusukan benda tajam jenis pisau dapur yang mengarah pada paha, lambung, perut kiri, tengkuk, dan dada. Hingga kini korban kristis dan masih menjalani perawatan intensif di ICU RSUD dr Soetomo Surabaya.
Sedangkan pelaku, Choirul Aziz, pria asal Glagah Lamongan, berhasil ditangkap dan sempat dihajar oleh massa, sebelum akhirnya diamankan oleh anggota Reskrim Polsek Sawahan Surabaya.
Ada dugaan pelaku melakukan perbuatan sadis itu, lantaran Choirul Azis tepergok sedang mencuri dompet dan HP milik korban.
“Korban sekarang masih kritis di rumah sakit dan membutuhkan banyak darah untuk operasi. Dan pelakunya pria penghuni kos sini juga, sudah ditangkap warga,” kata Kuswari, tetangga Anis saat ditemui di TKP, pada Rabu (3/7).
Kuswari mengungkapkan, saat kejadian ia sedang duduk-duduk di depan musala atau samping rumah korban pada Senin (1/7) sekitar pukul 13.00.
Karena siang itu dalam keadaan sepi, dia lalu pulang. Tak lama kemudian mendengar suara teriakan dari korban yang berada di samping rumahnya. “Korban berteriak minta tolong..tolong..,” ungkap Kuswari.
Mendengar suara itu, Kuswari kaget dan langsung keluar mengecek. Kemudian melihat pelaku melarikan diri ke arah barat ujung gang dan ditangkap sama tukang becak bersama warga.
“Saya menghampiri dan ikut mengamankan pelaku lalu dibawa ke rumah warga dan dipukuli,” jelas Kuswari.
Hal senada juga dikatakan Topan, warga setempat. Dia mengaku saat itu usai membeli makan siang. Tiba-tiba mendengar teriakan maling-maling. Kemudian keluar dan melihat pelaku lalu diamankan tukang becak yang biasa mangkal di ujung gang Kedung Anyar Gang II bernama Bowo.
“Saya lihat pelaku lari malah teriak-teriak maling-maling. Tukang becak (Bowo) melihat ke arah TKP, kok tidak ada maling. Akhirnya curiga dan mengamankan pelaku bersama warga lainnya. Saat diamankan pelaku ini masih bawa gunting,” ungkap Topan.
Setelah pelaku diamankan, Topan melihat korban dievakuasi ke rumah sakit dengan mengendarai motor oleh anaknya dan temannya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Jadi posisi korban diapit di tengah dan keadaanya sudah lemas dengan banyak darah di sekujur tubuhnya.
Menurut keterangan warga lainnya, pelaku ini hendak mencuri di toko korban yang sedang tidur. Kemudian meloncat ke etalase, tapi tepergok korban. Kemungkinan panik pelaku lalu menusuk korban sebanyak lima kali di tubuhnya. “Usai menusuk korban, pelaku membuang pisau di sekitar TKP,” tandas Topan.
Sementara itu, Mursyid, kakak ipar Anis, mengatakan saat itu korban berencana membeli sabun di toko perancangan dan pulsa milik korban. Namun, melihat korban tidur di ruang tamu sedangkan dompet dan HPnya di taruh di atas kepalanya. Akhirnya timbul niat pelaku untuk mencuri. “Uang di dompet korban lebih dari Rp 1 juta, uang itu dagangan pracangan dan pulsa,” kata Mursyid.
Sebelum mencuri, pelaku lebih dulu ke indekosnya untuk mengambil pisau. Selanjutnya, kembali lagi ke toko dan mencuri uang dan HP. Saat akan kabur, mendadak korban terbangun.
“Karena ketahuan, korban langsung ditusuk pelaku. Tusukan ketiga kali korban sempat teriak minta tolong, sehingga pelaku kembali menusuknya dua kali lalu kabur,” jelas Mursyid.
Saat kabur, sambung Mursyid, pelaku sempat dihadang oleh tetangganya bernama Wanto, namun malah ditendang sehingga menghindar. Hingga akhirnya pelaku ditangkap tukang becak dan warga di ujung gang.
Kebetulan saat peristiwa terjadi, di rumah ada anak ketiganya yang sedang tidur. Begitu mendengar suara ibunya minta tolong, terbangun lalu membawa ibunya itu ke rumah sakit.
Terpisah, Kanitreskrim Polsek Sawahan AKP Ristitanto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan telah mengamankan pelaku di mako. “Iya benar, pelaku sudah tertangkap,” kata Ristitanto (sam).

