
Surabaya Pojokkiri.com – Suasana hangat Lebaran masih terasa kuat di berbagai stasiun wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya. Pada hari kedua Idulfitri 1447 Hijriah atau Minggu (22/3/2026), PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat mobilitas masyarakat yang tinggi dengan total 48.328 penumpang menggunakan layanan kereta api.
Angka ini menjadi cerminan kuatnya kebutuhan perjalanan masyarakat, baik untuk bersilaturahmi maupun kembali ke kota asal setelah merayakan hari raya bersama keluarga.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa data hingga pukul 10.00 WIB menunjukkan sebanyak 24.786 penumpang berangkat dan 23.542 penumpang datang.
Ia menegaskan bahwa jumlah tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi terus bertambah seiring perjalanan kereta yang masih berlangsung hingga malam hari.
“Pergerakan penumpang masih sangat dinamis. Kami memprediksi angka ini akan terus meningkat hingga akhir operasional hari ini,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Aktivitas penumpang terpadat terpantau di sejumlah stasiun besar yang menjadi simpul utama perjalanan di Jawa Timur.
Di Stasiun Surabaya Gubeng, tercatat total 14.214 penumpang dengan rincian 7.773 penumpang berangkat dan 6.441 penumpang tiba. Sementara itu, Stasiun Surabaya Pasarturi melayani 12.619 penumpang yang terdiri dari 6.089 penumpang berangkat dan 6.530 penumpang datang.
Tak kalah ramai, Stasiun Malang juga mencatat pergerakan signifikan dengan total 6.558 penumpang, di mana 3.154 penumpang berangkat dan 3.404 penumpang tiba.
Kondisi ini menunjukkan bahwa jalur Surabaya–Malang tetap menjadi salah satu rute favorit masyarakat selama periode Lebaran.
Selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 11 hingga 22 Maret 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani 523.344 pelanggan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 289.695 penumpang tercatat berangkat, sedangkan 233.649 penumpang merupakan penumpang yang datang. Angka ini menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu.
Tingginya mobilitas masyarakat juga tercermin dari penjualan tiket kereta api jarak jauh yang telah mencapai 434.004 tiket, atau sekitar 77 persen dari total kapasitas 561.528 kursi yang disediakan untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Secara keseluruhan, KAI Daop 8 Surabaya memproyeksikan akan melayani 853.511 penumpang selama masa Angkutan Lebaran tahun ini, dengan komposisi yang relatif seimbang antara penumpang berangkat dan datang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran mobilitas masyarakat, pemerintah memberikan potongan harga sebesar 30 persen untuk tiket kereta api kelas ekonomi komersial yang berlaku pada 14 hingga 29 Maret 2026.
Di wilayah Daop 8 Surabaya, tersedia 188.288 tiket dengan tarif diskon. Hingga saat ini, sebanyak 138.782 tiket atau sekitar 74 persen telah terjual.
Artinya, masih ada sekitar 49 ribu tiket diskon yang dapat dimanfaatkan masyarakat yang belum merencanakan perjalanan.
KAI mencatat lonjakan penjualan tertinggi terjadi pada 18 Maret 2026 dengan 30.293 tiket terjual, disusul 19 Maret sebanyak 28.409 tiket.
Melihat tren tersebut, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 24 Maret 2026, di mana jumlah penumpang diperkirakan mencapai titik tertinggi.
Untuk itu, KAI mengimbau seluruh pelanggan agar datang lebih awal ke stasiun guna menghindari risiko keterlambatan.
“Kami mengingatkan pelanggan untuk hadir lebih awal sebelum jadwal keberangkatan agar perjalanan tetap lancar dan nyaman,” tutup Mahendro (sul).

