Pojokkiri.com

KH Abdul Ghofur Tegaskan Tidak Tertarik Jadi Rais Aam PBNU Pasca MLB, Fokus Melayani Umat dan Santri

Teks Foto: KH. Abdul Ghofur pengasuh ponpes Sunan Drajat Paciran Lamongan (Ist)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Setelah beredar isu bahwa KH Abdul Ghofur, Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Sunan Drajat Paciran Lamongan, dinilai sebagai sosok yang tepat untuk menggantikan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pasca Muktamar Luar Biasa (MLB) NU, Kiai Ghofur akhirnya memberikan tanggapan resmi.

Kiai Abdul Ghofur menilai berita tersebut tidak elok dan hanya bertujuan untuk membenturkan dirinya dengan pengurus PBNU saat ini.

Dalam penjelasannya, Kiai Abdul Ghofur yang sudah berusia 76 tahun ini dengan tegas menolak segala spekulasi yang mengaitkan dirinya dengan kursi Rais Aam PBNU periode 2025-2030.

Menurutnya, isu tersebut tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan justru dapat menambah kerumitan situasi di tubuh NU.

“Saya tidak ingin ditarik-tarik oleh kelompok yang seolah menjadikan kondisi saat ini semakin rumit. Jika ada yang ingin membenturkan saya dengan PBNU saat ini maka saya pastikan berita itu tidak benar,” ujar Kiai Ghofur

Lebih lanjut, Kiai Ghofur menyatakan bahwa dirinya lebih memilih untuk fokus pada pengabdian dan pelayanan kepada umat serta santri di pesantren Sunan Drajat.

Dengan usianya yang semakin lanjut, ia merasa sudah cukup dengan peran sebagai Musytasyar di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

“Saya ini sudah tua, biar saya mengabdi di pesantren dan umat di sini (Sunan Drajat) saja. Saya gak ikut-ikut, cukup jadi Musytasyar di PWNU. Biar yang muda-muda saja, anak saya juga di PBNU (Gus Gudfan Arif, Bendahara Umum PBNU),” ungkapnya.

Sebagai kiai yang dikenal kharismatik, Kiai Ghofur menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti mendukung kepengurusan PBNU.

Ia berdoa agar organisasi yang telah berperan besar dalam kehidupan umat Islam di Indonesia tersebut semakin jaya dan terus memberikan manfaat.

“Saya yang bagian doa saja. Saya selalu mendukung PBNU. Semoga NU semakin jaya dan terus memberikan manfaat yang luar biasa bagi umat,” tutup Kiai Ghofur.

Dengan penegasan ini, Kiai Ghofur berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh kabar yang tidak jelas kebenarannya dan tetap menjaga kekompakan serta keutuhan Nahdlatul Ulama.(lut)