Pojokkiri.com

Kritik Wacana Dana Hibah Wisata Religi Berujung Polemik, Gus Iqdam dan Mbak Suci Berseteru di Media Sosial

 

Mbak Suci konten kreator sekaligus TKW asal Tulungagung di Taiwan.(foto: Facebook Mbak Suci)

Lamongan, Pojokkiri.com-Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh perseteruan panas antara konten kreator sekaligus TKW asal Tulungagung di Taiwan, Mbak Suci, dengan pendiri Majelis Sabilu Taubah, Gus Iqdam. Ketegangan ini dipicu oleh kritik tajam Mbak Suci terkait wacana pengucuran dana hibah pemerintah untuk pengembangan kawasan wisata religi di markas majelis tersebut.

Polemik ini bermula saat Wakil Bupati Blitar, Haji Beky, membeberkan adanya rencana atau wacana pemberian dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Blitar dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dana tersebut rencananya dialokasikan untuk membangun kawasan wisata religi di markas Majelis Sabilu Taubah milik Gus Iqdam. Informasi ini pun langsung memancing gelombang pro dan kontra di kalangan netizen.

Merespons kabar tersebut, Mbak Suci melemparkan kritik yang sangat keras melalui akun media sosialnya. Ia menyindir dakwah Gus Iqdam yang kerap mengingatkan jemaah agar tidak terlalu mengejar urusan duniawi, namun pihak majelis justru dinilai kontradiktif karena menerima wacana fasilitas dana hibah bernilai besar dari pemerintah.

Tidak berhenti di situ, kritik Mbak Suci dinilai sebagian orang melampaui batas substansi setelah ia menggunakan julukan merendahkan seperti “Gus Ompreng” serta menyerang ranah pribadi hingga keluarga Gus Iqdam.

Menanggapi tudingan yang kian liar, Gus Iqdam akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan duduk perkara. Beliau menegaskan bahwa rencana pembangunan wisata religi tersebut baru sebatas wacana sepihak dari pihak pemerintah dan belum ada realisasi maupun persetujuan resmi dari pihak majelis.

Gus Iqdam juga menekankan bahwa seluruh bangunan pondok pesantren dan majelis yang berdiri saat ini murni dibangun secara bertahap menggunakan sumbangan sukarela dari para jemaah, di atas tanah yang berstatus wakaf sah, bukan dari uang negara.

Terkait serangan digital yang diterimanya, Gus Iqdam menyatakan tidak keberatan dikritik secara pribadi, namun ia sangat menyayangkan tindakan Mbak Suci yang mulai menyerang kehormatan lembaga, jemaah, hingga keluarganya dengan tuduhan yang menurut Gus Idam tidak mendasar. Polemik ini akhirnya membelah nitizen ada yang membela Gus Idzam, dan banyak juga yang membela Mbak Suci.(lut)

Editor: Zainul Lutfi