Pojokkiri.com

Melawan Terik Matahari, Tim Penerangan TMMD Mengabadikan Jejak Gotong Royong

Pekasan, pojokkiri.com

Matahari membakar kulit, debu menyelimuti langkah. Namun, kamera tak berhenti merekam. Di balik hiruk-pikuk pembangunan Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, ada Tim Penerangan Satgas TMMD ke-130 Pamekasan yang terus bergerak mengabarkan perjuangan TNI bersama rakyat.

Dari pengaspalan jalan, pembangunan rumah layak huni, hingga kegiatan nonfisik, mereka berpacu dengan waktu. Bukan sekadar mengambil gambar, tetapi juga menulis berita, mengolah video, bahkan menjadi reporter lapangan.

Serda Lutfi mengaku bersyukur dapat bergabung dengan tim profesional meski harus mencurahkan banyak waktu dan tenaga.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa bergabung dengan tim profesional. Banyak pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat. Meski menguras waktu dan tenaga, yang penting pekerjaan ini bermanfaat bagi orang lain,” katanya, Senin (2/11/2026).

Sementara itu, Serda Sugeng mendapat pengalaman berbeda. Ia tak hanya berada di balik kamera, tetapi juga tampil sebagai reporter yang melaporkan perkembangan pembangunan.

“Saya sangat bangga bisa terjun langsung melakukan peliputan TMMD. Selain pengalaman baru, saya juga mendapatkan tambahan ilmu,” ujarnya.

Kebanggaan serupa dirasakan Kopda Samsuddin. Baginya, menjadi bagian dari tim penerangan merupakan kesempatan berharga untuk mengembangkan kemampuan jurnalistik.

“Alhamdulillah, kami diberi kesempatan berkontribusi langsung membuat video dan berita. Banyak ilmu yang kami dapatkan. Ke depan, kami harus tetap semangat dan solid,” tuturnya.

Adapun Prada Adil mengaku bangga dapat menyaksikan langsung kebersamaan prajurit dan masyarakat.

“Alhamdulillah, saya bangga bisa menjadi saksi langsung kemanunggalan TNI dan rakyat. Gotong royongnya nyata. Saya juga mendapatkan pengalaman berharga sebagai anggota Tim Penerangan,” katanya.

Di tengah panas, debu, dan kelelahan, Tim Penerangan terus menjalankan tugasnya. Mereka mungkin tak ikut menghampar aspal atau menyusun batu bata, tetapi melalui lensa dan tulisan, mereka menjaga agar setiap perjuangan tak hilang ditelan waktu.

Sebab, ketika pembangunan selesai dan para prajurit kembali ke kesatuan, foto, video, dan cerita yang mereka abadikan akan tetap hidup sebagai saksi pengabdian TNI untuk rakyat. (*)