Pojokkiri.com

Menilik Mahakarya Al-Qur’an Raksasa di Masjid Agung Lamongan: Ditulis Tangan Selama 2 Tahun

 

Wartawan Harian Pagi Pojok Kiri melihat langsung Al-Qur’an Raksasa di Masjid Agung Lamongan.(FOTO:ZAINUL LUTFI FOR POJOK KIRI)

Lamongan, Pojokkiri.com-Masjid Agung Lamongan (MAL) kini menjadi pusat perhatian bukan hanya karena arsitekturnya, melainkan karena keberadaan sebuah Al-Qur’an raksasa yang membanggakan masyarakat Lamongan.

Kitab suci berukuran jumbo ini merupakan hasil dedikasi luar biasa dari K.H. Rusdi Aliuddin, pengasuh Madrasah Diniyah Nurul Iman, Desa Sidorejo, Kecamatan Deket.

Proses pengerjaan Al-Qur’an ini memakan waktu selama dua tahun dengan ketelitian yang sangat tinggi. K.H. Rusdi Aliuddin menggunakan Khot Naskhi yang dikenal jernih dan mudah dibaca.

Menariknya, penulisan tidak menggunakan pena modern, melainkan pena handam atau ranting bambu tradisional, yang menghabiskan sedikitnya 10 liter tinta.

BIODATA AL-QURAN BESAR Masjid Agung Lamongan.(FOTO:ZAINUL LUTFI FOR POJOK KIRI)

Kualitas bahan yang digunakan pun tidak main-main. Lembaran-lembaran Al-Qur’an ini menggunakan kertas Canson 300 gram yang khusus diimpor dari Prancis untuk memastikan ketahanan dan kualitas fisik yang prima.

Al-Qur’an ini memiliki dimensi fisik yang sangat impresif. Dengan panjang 240 cm, lebar 155 cm, tebal 17 cm dan berat mencapai 350 kg

Kehadiran Al-Qur’an ini tidak hanya menjadi simbol religiusitas, tetapi juga bukti keterampilan seni kaligrafi (khat) yang luar biasa dari putra daerah Lamongan.

Saat ini, Al-Qur’an tersebut tersimpan dengan rapi di Masjid Agung Lamongan dan menjadi daya tarik bagi para jemaah maupun wisatawan religi yang berkunjung.(lut)

 

Editor:Zainul Lutfi

Sumber:www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri