Pojokkiri.com

Menjemput Berkah di Ujung Fajar: Kisah Inspiratif Warung Si Mbok Gresik dan Filosofi Berbagi

 

Hj. Zainul Bidah (paling kanan pakai kacamata) mendampingi keluarganya asal Dusun Kruwul, Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi Lamongan saat makan di Warung Si Mbok.(Foto: Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Terletak strategis di Jl. Raya Tebaloan, Desa Watangrejo, Kecamatan Duduk Sampeyan, Rumah Makan “Si Mbok” menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi bagi pencinta masakan khas Jawa Timur. Menawarkan belasan menu autentik, warung ini tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga menyimpan cerita inspiratif tentang ketekunan dan keberkahan.

Hj. Zainul Bidah, pemilik Warung Si Mbok, mengungkapkan bahwa ia telah merintis usaha kulinernya sejak tahun 2018. Hingga saat ini, tercatat ada 16 menu andalan yang siap memanjakan pengunjung, mulai dari Kare Kikil, Kare Ayam Kampung, Kare Belut, hingga menu favorit seperti Kare Rajungan dan Kare Mangut.

Tak hanya kare, pengunjung juga bisa menikmati sajian lain seperti Cumi-cumi Hitam Pedas, Penyetan Bebek, Penyetan Babat Paru, Lodeh Tewel, hingga Sayur Asem yang segar.

Logo Warung Pedes siMbok.(Foto: Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

“Alhamdulillah, sejak buka tahun 2018, menu masakan kami selalu disukai konsumen,” ujar pengusaha asal Dusun Kruwul, Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi, Lamongan ini kepada wartawan Harian Pagi Pojok Kiri, Selasa (24/3).

Saat ditanya mengenai rahasia bertahannya Warung Si Mbok di tengah persaingan kuliner, Hj. Bidah menekankan pentingnya menjaga kualitas bahan. Ia memegang prinsip bahwa mutu adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

“Mutu nomor satu. Di saat harga bumbu dapur naik, saya tidak pernah mengurangi takaran bumbu. Hal itu dilakukan agar cita rasa masakan selalu terjaga dan tidak berubah,” tegasnya.

Selain konsistensi rasa, Hj. Bidah juga membagikan resep spiritual dalam menjalankan bisnisnya. Ia meyakini bahwa kesuksesan yang ia raih, termasuk keberhasilannya mengantarkan anak-anaknya lulus menjadi dokter, tak lepas dari kekuatan berbagi.

“Jangan tinggalkan sedekah di waktu subuh. Karena sedekah subuh itu memperlancar rezeki usaha yang kita bina,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Bagi Anda yang ingin mencicipi langsung kelezatan masakan Hj. Bidah, Warung Si Mbok buka setiap hari mulai pukul 08.40 WIB hingga 21.00 WIB.(lut)

 

 

Editor: Zainul Lutfi

Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri