Pojokkiri.com

Pasar Babat Sepi Pembeli, Pedagang Mengeluh: “Hidup Segan Mati Tak Mau”

 

Suasana pasar Babat yang lengang sekitar pukul 10.00 WIB.(Foto:Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Aktivitas jual beli di Pasar Babat, Jalan Raya Babat–Bojonegoro, Desa Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, tampak lesu pada Senin (20/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Suasana pasar yang biasanya ramai kini terlihat sepi pembeli.

Beberapa lapak bahkan tampak kosong tanpa pengunjung. Para pedagang hanya duduk melamun, sementara sebagian lainnya memilih bermain handphone untuk menghibur diri di tengah sepinya pembeli.

Ratmijah, salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Babat, mengungkapkan keluhannya.

“Pasar Babat sepi, Pak. Semua penjual di sini mengeluhkan sepinya pembeli,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Menurutnya, hampir semua jenis dagangan di pasar kini mengalami penurunan penjualan, mulai dari baju, toko emas, bumbu dapur, ayam potong, hingga sayur mayur.

“Yang ramai diserbu pembeli hanya tempe dan tahu,” tambah Ratmijah, pedagang asal Bangkalan, Madura itu.

Ia pun berharap pemerintah memberikan perhatian kepada para pedagang kecil seperti dirinya.

“Kalau dagangan sepi, uang yang dikirim ke Madura juga tidak ada. Harapannya pemerintah bisa bantu pedagang kecil seperti kami, UMKM juga butuh perhatian,” ucapnya lirih.

Hal senada disampaikan oleh Lilik Indarwati, pedagang pakaian di pasar tersebut. Ia menuturkan, penjualan baju kini semakin menurun lantaran banyak pembeli yang beralih ke belanja online.

“Sekarang banyak yang beli di online karena katanya lebih murah dari jualan kami,” keluh Lilik.

Ia mengaku hanya bisa pasrah menghadapi kondisi ini. “Nasib pedagang kecil seperti kami ibarat pepatah, hidup segan mati tak mau. Semoga ada bantuan pendanaan dari pemerintah agar kami bisa terus bertahan,” tutupnya penuh harap.(lut)