Pojokkiri.com

Perjuangan Seorang Pemuda, Bayu Pasay Yang Sukses Ternak Burung Perkutut

Gresik, pojokkiri.com

Bermula dari hobi ternak burung perkutut kini jadi rezeki. Hal tersebut yang kini dirasakan oleh, Bayu Pasay, Seorang pemuda pengusaha asal Kabupaten Gresik.

Awalnya hanya sekedar hobi berternak burung perkutut, siapa sangka kini dirinya meraup sukses dari aktivitas tersebut.


Saat ditemui di rumahnya yang digunakan sebagai ternak perkutut di Dusun Puting, Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik kini selalu ramai dengan suara perkutut manggung.

Ratusan burung perkutut mulai dari berbagai jenis yang disilangkan dari jenis perkutut lokal warna hitam dan putih kapas berkualitas.


Pria yang akrab disapa, Bayu ini bermula pada tahun 2016 hanya memelihara delapan pasang indukan burung perkutut lokal dari pembelian teman peternak.

Berkat ketekunannya dalam memelihara burung perkutut tersebut, Kini ia memiliki puluhan pasang indukan yang setiap pasang indukan tersebut setiap bulannya bisa menghasilkan puluhan anakan burung. Sehingga kini sudah menjadi seratus lima puluh ekor burung perkutut yang siap jual dalam satu bulan.

Dalam obrolannya Bayu menyampaikan, Alhamdulillah sekarang bisa menjual 40 hingga 50 ekor burung perkutut. Untuk harga per ekor burung perkutut mulai dari Rp, 200 ribu hingga Rp, 600 ribu dan jutaan, Harga tersebut tergantung dari kualitas burung perkutut tersebut. Sehingga setiap perbulan bisa meraup cuan, jutaan hingga puluhan juta rupiah. Tuturnya Bayu saat ditemui Selasa (18/11/2025).


Lebih jauh menurutnya, Burung perkutut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan jenis burung lainnya, suara perkutut yang merdu itu memang tidak sekadar membuat pemiliknya merasa damai di rumah, bahkan ada yang percaya perkutut bisa mendatangkan rezeki atau kehokian bagi sang pemilik.


“Keunikannya lagi setiap burung perkutut memiliki karakter yang berbeda, masing-masing burung memiliki suara yang berbeda-beda, selama ini belum pernah nemuin yang suaranya sama, kalo mirip sering, tapi kalau sama saya rasa gak pernah, jadi harganya pun tidak bisa dipatok,” Tambahannya. (Ura/Dyo)