Pojokkiri.com

Rupiah Melemah, Harga Buah Impor di Lamongan Melonjak Hingga Omzet Pedagang Anjlok 30 Persen

 

Nita menunjukkan buah anggur import dagangannya.(Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Lamongan, Pojokkiri.com-Sejumlah pedagang buah di Kabupaten Lamongan mulai mengeluhkan lonjakan harga buah impor dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan harga komoditas seperti jeruk, apel, anggur, hingga leci ini dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Nita, salah satu pedagang buah di Jalan Veteran Lamongan, mengungkapkan bahwa harga dari pihak distributor sudah naik sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 per karton.

“Kenaikan baru terjadi sekitar dua hari terakhir. Saat ini konsumen belum sepenuhnya merasakan dampak karena kami masih menjual stok lama dengan harga sebelumnya,” ujar Nita, Selasa (30/6/2026).

Saat ini, harga jual eceran di tingkat pedagang terpantau masih stabil:

Jeruk: Rp55.000 – Rp60.000 per kilogram

Apel: Rp45.000 – Rp50.000 per kilogram

Anggur: Rp85.000 – Rp100.000 per kilogram

Meski modal dari distributor terus merangkak naik, para pedagang mengaku dilema dan tidak berani langsung menaikkan harga jual secara drastis karena takut kehilangan pelanggan.

Sebagai langkah antisipasi, pedagang kini membatasi pasokan dan hanya menyisakan satu hingga dua dus stok untuk buah impor yang perputarannya lambat.

Imbas dari lesunya daya beli akibat isu kenaikan harga ini, omzet pedagang dilaporkan merosot hingga 30 persen dalam sepekan terakhir. Pedagang berharap nilai tukar rupiah segera membaik dan beban pajak buah impor dapat ditekan agar harga kembali terjangkau oleh masyarakat.(lut)

Editor: Zainul Lutfi