
Jasad Suraji saat di periksa petugas medis Puskesmas Kedungpring di lokasi korban meninggal di areal persawahan Desa Majenang, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, kemarin siang.(Foto:Istimewa/Pojok Kiri.com)
Lamongan, Pojok Kiri.com-Gara gara batuk seorang petani meninggal dunia. Korban adalah Suraji (51) warga Dusun Krajan, Desa Sukobendu, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan.
Informasi yang didapat koran ini, kronologis kejadian ini bermula korban Suraji pamit kepada istrinya untuk mencari kuwul (baca jerami-red) untuk pakan hewan ternaknya di persawahan Desa Majenang Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.
” Sesampainya di lahan persawahan Desa Majenang korban langsung mengumpulkan jerami dan langsung di masukan dalam glangsing yang dibawanya, ” ujar Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbiantoro, Jumat (21/7/2023).
Namun, baru selesai memasukan jerami dalam wadah glangsing, korban tiba-tiba batuk-batuk dan nafasnya tersengal-sengal. Tak lama setelah itu korban jatuh tak sadarkan diri.
” Jatuhnya korban ini dilihat oleh saksi Sutrisno dan Supendi. Melihat itu keduanya langsung mendekati korban, ” tandas Anton.
Setelah itu, keduanya melaporkan peristiwa tersebut ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Kedungpring.
Petugas Polsek Kedungpring mendapati laporan tersebut bersama petugas Puskesmas Kedungpring langsung menuju ke TKP.
” Setelah itu petugas Puskesmas dan Polsek langsung melakukan pertolongan. Namun, saat petugas medis puskesmas memeriksa detak nadi korban dengan cara di raba, denyut nadi korban sudah tidak ada alias sudah meninggal, ” lanjut Anton.
Selanjutnya jasad korban dibawah ke rumah duka untuk di makamkam. Keluarga korban mengikhlaskan kematian korban adalah kehendak takdir dan menolak dilakukan otopsi.
” Ini juga di perkuat dengan surat peryataan bermaterai yang ditandatangani keluarga korban. Intinya, keluarga korban sudah mengiklaskan kejadian itu sebagai musibah, ” pungkas Anton.(lut)

