Pojokkiri.com, – SAMPANG – Menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke- 61, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Sampang, Menggelar berbagai kegiatan dan lomba bagi seluruh tenaga kesehatan dari berbagai instansi kesehatan.
Ketua Panitia pelaksana acara HKN, Hanif Ashar menjelaskan, tujuan lain dari rangkaian acara dan lomba adalah momen silaturahmi dan pengingat penting bahwa kesehatan merupakan suatu modal utama menuju pembangunan bangsa.

Hanif Ashar menambahkan, kegiatan yang sudah berlangsung antaranya lomba kebersihan puskesmas, Poskestren (puasan kesehatan pondok pesantren), dan UKS. Sementara saat ini pemeriksaan kebugaran, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Bakti sosial dan lomba olahraga Badminton, Tenis meja serta bola Voli selama tiga (3) hari kedepan.
“Target kami sebanyak 800 peserta dari berbagai lomba, dimana setiap instansi seperti 22 Puskesmas, RSUD dr. Moh. Zyn dan RSUD Ketapang maupun RSUD swasta, Klinik, Apotik, wajib menghadirkan 2Tim putra putri setiap lomba”papar Hanif Ashar.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes dan KB Sampang, Agus Mulyadi mengatakan, pihaknya berharap memetik banyak manfaat dalam acara ini.
“Di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang terus mengalami perubahan, Hari Kesehatan Nasional 2025 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam mewujudkan suatu masyarakat Indonesia, Khususnya Masyarakat Sampang yang sehat, tangguh, dan berdaya saing” Pungkasnya.
Sedangkan Kepala Dinkes KB Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini dalam sambutannya, sekaligus membuka lomba olahraga di GOR Indor, mengucapkan selamat HKN Ke- 61 dihadapan seluruh peserta, menghimbau bertanding secara sportif semangat olah raga untuk kesehatan jasmani dan rohani, bukan sekedar untuk menang saja.
“HKN 2025 ini menjadi waktu yang tepat untuk mengapresiasi terhadap dedikasi tenaga kesehatan yang sudah berperan di garis depan, khususnya dalam menghadapi pandemi dan berbagai tantangan kesehatan lainnya, untuk melindungi masyarakat Sampang dari ancaman penyakit menular maupun tidak menular” jelas dr. Dwi Herlinda Lusi Harini.(Man/F-R)

