
Surabaya Pojokkiri.com – Dalam upaya menumbuhkan kesadaran dan ketahanan diri di kalangan remaja, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar sosialisasi edukatif kepada para siswa SMP Tri Guna Bhakti, Jalan Kyai Tambak Deres nomor 34, Bulak, Surabaya.
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap tumbuh kembang remaja di tengah gempuran tantangan sosial yang kian kompleks, seperti pergaulan bebas, tawuran pelajar, balap liar, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, hingga maraknya judi online yang menyasar anak-anak di bawah umur.
Dalam suasana penuh antusiasme, para petugas dari Unit Idik V PPA yang terdiri dari Bripka Zanu Tri Widodo, Brigadir Rendys Oktarias, dan Bripda Ahmad Dani menyampaikan materi dengan gaya komunikasi yang ramah dan mudah dicerna para pelajar. Mereka tidak hanya memaparkan ancaman, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang dampak psikologis dan sosial dari berbagai bentuk kenakalan remaja.
Para siswa diajak untuk mengenali potensi diri, menyaring lingkungan pertemanan, serta mengisi waktu luang dengan aktivitas yang membangun, seperti olahraga, seni, atau kegiatan keagamaan.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Mohammad Prasetyo melalui Kasi Humas Iptu Suroto menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari langkah preventif institusi kepolisian dalam menjaga generasi muda.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan pendampingan kepada generasi muda. Pencegahan adalah kunci utama untuk menyelamatkan masa depan mereka dari ancaman kenakalan remaja yang semakin kompleks,” tegas Iptu Suroto, pada Rabu (28/05).
Menurutnya, kegiatan seperti ini harus dijadikan agenda rutin sebagai bentuk kolaborasi antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat.
“Peran serta orang tua dan pihak sekolah juga sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak,” tambahnya.
Pihak SMP Tri Guna Bhakti menyambut positif kehadiran petugas dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka melihat kegiatan ini sebagai angin segar dalam proses pembentukan karakter siswa yang selama ini hanya mengandalkan pembelajaran dalam kelas.
Kepala sekolah menyampaikan harapan agar program ini bisa terus berkelanjutan dan diperluas cakupannya ke sekolah lain, agar semakin banyak pelajar yang tercerahkan dan mampu mengambil keputusan yang tepat di tengah tantangan zaman.
Sosialisasi ini menjadi bukti bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tak melulu soal penindakan, melainkan juga soal pencegahan dan edukasi yang menyentuh hati. Dengan komunikasi yang humanis, para siswa bukan hanya menjadi objek sosialisasi, tetapi juga aktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari kenakalan remaja.
Melalui sinergi antara kepolisian, sekolah, dan keluarga, diharapkan benih-benih generasi emas bangsa bisa tumbuh kuat dan tangguh menghadapi tantangan masa depan (Sam)

