
Gresik, pojokkiri.com
Di tengah maraknya tren pelepasan siswa yang dibungkus dengan kemewahan dan anggaran fantastis, Sekolah Menengah Kejuruan Hidayatul Ummah Balongpanggang (SMK HU-BP) justru menunjukkan bahwa sebuah perpisahan tidak perlu mahal untuk menjadi berkesan.
Suasana haru dan bangga mengiringi acara pelepasan siswa Kelas XII Angkatan ke-24 yang digelar dengan sederhana, namun tetap khidmat dan penuh makna. Rabu, 21 Mei 2025 pagi.
Sebanyak 162 siswa secara resmi dilepas oleh sekolah dalam sebuah acara internal yang hanya dihadiri oleh keluarga besar SMK HU-BP.
Mohon maaf tidak bisa mengundang dari pihak manapun karena situasi dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada bapak atau ibu Muspika dan semua rekanan SMK HU-BP.
Kegiatan tanpa dekorasi mewah, dan tanpa biaya tinggi, namun justru menghadirkan kedekatan emosional yang tulus antara siswa, guru, dan seluruh civitas sekolah.
Tanpa mengurangi rasa hormat dan kenangan indah siswa siswi yang dilepas hari ini menjadi ruang refleksi bersama.
Para siswa diberi kesempatan mengenang kenangan selama tiga tahun belajar, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada guru dan staf yang telah membimbing mereka.
Salah satu perwakilan siswa, Bara Aditiya Tama, dalam pidatonya mengungkapkan rasa syukur atas bimbingan penuh kasih dari para pendidik.
Yang membuat pelepasan ini begitu berkesan bukanlah tampilan megahnya, melainkan capaian dan nilai-nilai yang dihasilkan.
Angkatan ke-24 berhasil mencetak banyak prestasi, dari tingkat kabupaten hingga nasional.
Beberapa di antaranya bahkan lolos program kerja ke Jepang melalui LPK Omoiyari, menunjukkan bahwa kualitas tak diukur dari kemasan, melainkan isi dan karakter.
Kepala SMK HU-BP Yulistiana, S.Kom., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kesuksesan tidak lahir dari kemewahan seremonial, melainkan dari ketekunan, semangat belajar, dan keikhlasan dalam proses pendidikan.
Disamping itu Ia berharap para siswa dapat menerapkan ilmu dan nilai kehidupan yang telah mereka peroleh untuk menapaki masa depan yang lebih baik.
Acara pelepasan ini ditutup dengan pembacaan puisi, lagu perpisahan, dan sesi foto bersama. Meskipun sederhana, momen ini justru meninggalkan kesan mendalam, bahwa nilai kebersamaan dan penghargaan terhadap proses tidak bisa digantikan oleh pesta yang mahal.
Pelepasan tidak perlu menguras kantong jutaan rupiah. Justru di kesederhanaan itulah, nilai dan makna sejati sebuah perpisahan hadir. Katanya.
Selain menyemangati Yulistiana menyampaikan,” Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu tapi guru dapat melahirkan ribuan orang hebat,” Tambahnya. (Dyo)

