Pojokkiri.com

Toko Online Mengerus Konsumen Pasar Baru Lamongan

Kepala UPT Pasar Baru Lamongan, Viving Wahyu.(Foto: Zainul Lutf/Pojok Kiri.com)

Lamongam, Pojok Kiri.com- Pedagang Pasar Tingkat Lamongan atau lebih dikenal dengan sebutan Pasar Baru Lamongan mulai mengeluhkan sepinya pengunjung. Kondisi itu tentu membuat penghasilan para pedagang berkurang.

Menurut pedagang, sepinya pengunjung karena sekarang banyak toko modern berjejaring yang mulai berdiri di Kabupaten Lamongan.

“Sepi sekarang, seolah kalah dengan toko modern atau toko,” kata pedagang busana Muslim, Hj. Sarti saat di konfirmasi koran ini di lapaknya di lantai 2 Pasar Baru Lamongan, Rabu (5/4/2023).

Pedagang busana muslim itu menjelaskan, dulu banyak sekali yang datang, sekarang mungkin hanya tinggal berapa persen.

Ia pun setuju pasar tradisional dimajukan, karena di sini ada ribuan pedagang. Sementara pasar modern hanya milik segelintir orang.

“Poinnya bagaimana pasar tradisional bisa mampu mengikuti pasar modern,” harap bersama pedagang lain di pintu masuk lantai 2 pasar baru.

Pedagang lainnya, Gunawan menyatakan hal senada, saat ini pedagang memang merasakan semakin lama pasar semakin sepi.

Meski pasar sudah diperbaiki, nyatanya masih belum ramai pengunjung.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Baru Lamongan, Viving Wahyu membenarkan Pasar Baru yang di pimpinya itu, saat ini mengalami sepi pungunjung.

‘ Sepinya pengunjung, indikator pertama adalah daya beli masarakat turun. Indikator kedua toko modern yang mulai berdiri di setiap Kecamatan dan masifnya transaksi di toko online, ” ujar Viving Wahyu.

Namun begitu, dia masih optimis, Pasar Baru bisa mengeliat kembali. Dengan produk yang di jualnya harus berkualitas, sehingga pedagang mampu bersaing dengan Pasar modern dan toko online, ‘ bebernya.(lut)