
Lamongan, Pojokkiri.com-Sebuah unggahan di grup media sosial “Kabar Kecamatan Brondong” mendadak viral dan memancing gelombang amarah netizen. Postingan tersebut menarasikan bahwa Kapal Motor (KM) Entok telah ditemukan, namun dalam kondisi ditangkap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) saat mencari ikan di perairan Papua, serta menyebut para Anak Buah Kapal (ABK) tengah ditahan.
Pantauan di lapangan, narasi sensitif ini menyebar dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu 19 menit setelah diunggah oleh akun anonim, postingan tersebut langsung diserbu warganet dengan mendapatkan 40 respons menyukai (like), 36 komentar, dan telah dibagikan ulang sebanyak 3 kali.
Bukannya mendapat simpati, unggahan tersebut justru memicu reaksi keras dan kecaman dari mayoritas netizen di Kecamatan Brondong. Warganet menilai pengunggah sengaja menyebarkan berita kegaduhan dan menjadikan musibah sebagai bahan candaan yang tidak empati.
Kemarahan netizen terlihat jelas di kolom komentar. Salah satu tanggapan keras datang dari akun Ajik Arya.
“Iki ASU endi wong onok musibah kok nggawe guyon ngene untung wanimu anonim coba akun asli lak dijejeli taek cocotmu (Ini anjing mana, orang sedang ada musibah kok dibuat candaan seperti ini. Beruntung kamu berani karena pakai akun anonim, coba kalau pakai akun asli sudah dijejali kotoran mulutmu),” tulisnya dengan nada geram.
Tak hanya Ajik, puluhan netizen lain juga melontarkan hujatan serupa dengan kata-kata kasar yang tidak pantas dikutip, sebagai bentuk kekesalan atas unggahan yang dinilai mempermainkan situasi darurat tersebut.
Guna memastikan kebenaran informasi yang beredar liar di jagat maya tersebut, wartawan Harian Pagi Pojok Kiri mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang. Upaya konfirmasi ditujukan kepada Kasatpolairud Polres Lamongan, AKP Guntur.
Namun sayang, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Kamis (2/7), ponsel perwira polisi tersebut sedang tidak aktif, sehingga pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait status sebenarnya dari KM Entok maupun keabsahan narasi yang viral tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang disebarkan oleh akun-akun anonim di media sosial sebelum ada rilis resmi dari pihak berwajib.(lut)
Editor: Zainul Lutfi

