Pojokkiri.com

Kekecewaan Warga di Pasar Murah Lamongan: Antre Dua Jam, Telur dan Tepung Ludes

 

Pengunjung antre di Pasar Murah yang digelar di alun-alun Lamongan, Rabu (26/8) pagi.(Foto: Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

 

Lamongan, Pojokkiri.com-Gelaran Pasar Murah dalam rangka pengendalian inflasi dan menjaga ketahanan pangan Jawa Timur Tahun 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Lamongan, Rabu (26/8/2026) pagi, menyisakan kekecewaan mendalam bagi ratusan warga. Pasalnya, stok komoditas bahan pokok yang disediakan oleh penyelenggara dinilai sangat tidak sebanding dengan membeludaknya jumlah pengunjung yang datang.

Pantauan Pojok Kiri di lapangan, banyak warga yang harus gigit jari karena tidak kebagian barang kebutuhan pokok yang paling dicari, khususnya telur ayam dan tepung terigu.

Kekecewaan berat salah satunya dirasakan oleh Maria Ulfah, warga Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Ia mengaku sudah datang dan mengantre sejak pagi buta demi mendapatkan sembako dengan harga miring.

“Saya sudah antre sejak pukul 09.00 WIB dan mendapatkan nomor antrean 112,” ungkap Maria dengan nada kecewa kepada wartawan Pojok Kiri di lokasi acara.

Ibu Maria Ulfa yang kecewa barang incarannya habis setelah dia menunggu 2 jam di lokasi.(Foto: Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Setelah menunggu selama dua jam penuh, giliran nomor urutnya baru dipanggil sekitar pukul 11.00 WIB. Namun ironisnya, saat ia tiba di depan stan, petugas menginformasikan bahwa stok telur dan tepung terigu sudah habis total.

“Saya kecewa sekali, sudah menunggu dua jam tapi barangnya habis. Yang bikin nyesek, saat saya menunggu dan bertanya ke petugas, mereka bilangnya telur dan tepung masih ada. Tapi begitu nomor saya dipanggil, malah zonk,” cetus Maria dongkol.

Ia menyesalkan koordinasi petugas lapangan yang dinilai lambat dalam memberikan informasi publik terkait ketersediaan stok barang. “Harusnya kalau memang sudah habis, bilang dari awal. Supaya warga tidak perlu buang-buang waktu menunggu sampai berjam-jam,” lanjutnya.

Hingga menjelang siang, belasan warga lain yang mengalami nasib serupa tampak meninggalkan Alun-Alun Lamongan dengan wajah kesal dan bersungut-sungut karena gagal membawa pulang komoditas incaran mereka.

Sebagai informasi, agenda Pasar Murah ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dengan menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog/Dolog) Jatim serta sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Warga berharap, jika agenda serupa kembali digelar di masa mendatang, pihak panitia dapat melakukan kalkulasi matang antara jumlah pasokan barang dengan prediksi massa yang hadir agar karut-marut antrean ini tidak terulang kembali.(lut)

Editor: ZAINUL LUTFI